Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mahfud MD Sebut Jokowi Sudah Batalkan Kepengurusan Demokrat Kubu Moeldoko

Mahfud MD Sebut Jokowi Sudah Batalkan Kepengurusan Demokrat Kubu Moeldoko
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD. (foto: Istimewa)
Kamis, 30 September 2021 21:08 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, bicara arahan dan instruksi Presiden Jokowi terkait konflik Partai Demokrat pada beberapa waktu lalu. Mahfud mengaku sempat menghadap Presiden, kala Kongres Luar Biasa memenangkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Saat itu, Mahfud mengaku, bertemu Presiden bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Cerita Mahfud ini sekaligus menepis, anggapan kerterlibatan Istana yang mengganggu internal organisasi partai berlogo Mercy tersebut supaya Moeldoko terpilih.

"Kalau Istana mau masuk, sebenarnya kan ketika Moeldoko kongres di Medan itu kita tinggal mengesahkan saja dengan kasar. Tetapi pada waktu itu, saya bersama Menkumham menghadap Presiden," kata Mahfud dalam suatu diskusi daring, Kamis 30 September 2021.

Mahfud bilang, saat pertemuan dengan Jokowi, Kepala Negara bertanya kepada dirinya dan Yasonnal soal landasan hukum KLB Demokrat. Lantas Mahfud, mengklaim telah memberi pertimbangan.

Bahwa KLB di Deli Serdang tidak seusai aturan AD/ART karena tidak diusulkan oleh kepengurusan yang sah sepenuhnya. "Jadi itu tidak boleh disahkan," kata Mahfud saat menjawab pertanyaan dari Presiden.

"Kata Pak Jokowi, kalau memang begitu tegakkan saja hukum, tidak usah disahkan Pak Moeldoko, meskipun dia teman kita dan punya ambisi politik, kata Pak Jokowi," tutur Mahfud.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww