Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Basket

Singapura Dihantam Amukan Covid-19, Ini Kata WNI

Singapura Dihantam Amukan Covid-19, Ini Kata WNI
Ilustrasi. (foto: ist.)
Sabtu, 02 Oktober 2021 15:13 WIB
JAKARTA - Singapura mengalami lonjakan kasus baru Covid-19 setiap harinya. Berdasarkan laporan terbaru pada Jumat (1/10/2021), terdapat 2.909 kasus baru di Singapura. Evelyne Gabriella, salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Singapura menceritakan bagaimanan kondisi di sana.

Mengutip dari laman CNA, di antara pasien yang meninggal, ada empat kasus belum divaksinasi Covid-19, dua baru divaksinasi satu dosis dan dua lainnya sudah mendapatkan dosis penuh. Semua pasien yang meninggal memiliki kondisi penyakit penyerta.

Ia menyebutkan, bahwa situasi terkini di Singapura memang sedikit bahaya, karena kasus Covid-19 di sana sudah menyentuh lebih dari dua ribu dalam beberapa hari terakhir.

"Jadi kira-kira kasus di Singapura saat ini seperti bulan Juli di Indonesia. Dan ini emang tertinggi sih dibanding tahun lalu," jelas Eve, sapaan akrabnya, dikutip GoNEWS.co dari detikcom, Sabtu (2/9/2021).

Selain itu, Eve juga menyebutkan jika kasus di Singapura sudah masuk ke komunitas. Artinya, yang tadinya penularan kasus hanya terjadi di asrama pekerja, kini sudah meluas ke komunitas.

Eve menyebutkan, kegiatannya selama di sana masih tetap sama. Ia masih pergi ke kantor seperti biasa, karena setiap kantor di Singapura memiliki regulasi yang berbeda-beda.

"Ada yang harus ke kantor ada yang boleh WFH. Jadi aku sekarang selang-seling gitu sih, ada beberapa hari masuk kantor, ada yang di rumah," paparnya lagi.

Eve juga bercerita jika dirinya lebih was-was untuk keluar rumah, dan mengurangi kegiatan yang tidak terlalu penting.

"Karena kalau misalkan kita sakit dan kenapa-kenapa harus was-was banget karena juga jauh dari orang tua yang jaga," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:detik.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww