Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
24 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bangsa Pembelajar dan Berakhlak Mampu Menjawab Tantangan Masa Depan

Bangsa Pembelajar dan Berakhlak Mampu Menjawab Tantangan Masa Depan
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat mengikuti acara talk show bertema Indonesia Harmoni dengan Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul ‘Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Selasa (5/10/2021).
Rabu, 06 Oktober 2021 00:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa pembelajar untuk bekal menghadapi tantangan di masa depan.

"Bagi para santri dan santriwati teruslah belajar menuntut ilmu, meski di saat proses belajar menemukan berbagai kendala. Dengan gigih belajar lambat laun kita bisa membentuk bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Lestari saat hadir pada acara talk show bertema Indonesia Harmoni dengan Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Masjid Bustanul ‘Asyiqin Majelis Ahbaabul Musthofa Kota Surakarta, Selasa (5/10/2021).

Hadir dalam talk show tersebut anggota MPR RI, Eva Yuliana dan diikuti secara daring oleh para santri dari Ponpes AlMuayyad, Ponpes Azzayady dan Seduluran Saklawase Bolone Mbak Eva Sukoharjo.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, di masa yang penuh ketidakpastian seperti saat ini sangat membutuhkan masyarakat pembelajar agar mampu menjawab berbagai tantangan.

Di tengah talk show sejumlah hadirin menyampaikan aspirasi terkait dampak pandemi terhadap kegiatan belajar mengajar di daerahnya.

Antara lain kendala belajar daring, pembiayaan belajar para santri, operasional lembaga pendidikan swasta yang terhambat karena orang tua murid banyak yang tidak mampu lagi membayar biaya pendidikan.

Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, mengungkapkan bila pandemi sudah bisa dikendalikan, belajar tatap muka baru bisa dimulai kembali.

"Untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mendidik putra-putrinya di rumah, Saya menawarkan, tutorial bahan ajar secara daring," ujarnya.

Sedangkan untuk membantu pendanaan pendidikan yang menjadi hambatan sejumlah keluarga pascapandemi, Rerie berencana, mengajak sejumlah pihak swasta agar bisa ikut memberi bantuan.

Pada kesempatan itu Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaff berpesan bahwa kita hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah dan terus mendoakan bangsa ini agar di masa depan lebih baik daripada masa lalu.

"Kita harus menjadi manusia-manusia yang mendoakan bangsa ke depan menjadi bangsa yang lebih beradab menuju Indonesia hebat, Indonesia kuat dan Indonesia nikmat," ujar Habib Syech.

Habib Syech berharap agar pendidikan adab dan akhlak diajarkan kembali di sekolah untuk membentuk bangsa yang lebih baik di masa datang.

Menurut Habib Syech, Indonesia di masa depan harus menjadi bangsa yang kuat lewat kolaborasi semua elemen bangsa, seperti antara lain politisi, TNI/Polri, wartawan, termasuk kaum perempuan. "Indonesia, bisa menjadi negara yang hebat bila di setiap keluarga ada perempuan yang hebat," pungkasnya.***

wwwwww