Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Ikatan Gus-gus Indonesia Tolak Said Aqil Jabat Ketua Umum PBNU 3 Periode

Ikatan Gus-gus Indonesia Tolak Said Aqil Jabat Ketua Umum PBNU 3 Periode
Ketua IGGI Ahmad Fahrur Rozi. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 09 Oktober 2021 15:47 WIB

JAKARTA - Penolakan jabatan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga tiga periode mengemuka. Kali ini suara datang dari Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI).

Ketua IGGI Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, dua periode di bawah kepemimpinan Kiai Said Aqil, NU memang berjalan sukses. Meski begitu, dia menolak jika Kiai Said maju lagi untuk 3 periode.

Sedangkan alasan penolakan, pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu menyebut karena ada kejenuhan. Untuk itu, PBNU harus dipimpin orang baru.

"Jadi gus-gus muda ini sudah ketemu menginginkan bahwa ini banyak yang antre. Pak Said, sudah bagus sukses 2 periode. Maka kami ingin yang baru lagi supaya tidak jenuh," jelas Fahrur, Sabtu (9/10/2021).

"Kami berharap kan ada kader baru. Kan bayak stok itu, ada Gus Yahya, Kiai Mutawakil, ada banyak nama kalau disebut," imbuh pria yang juga menjabat Wakil Ketua PWNU Jatim itu.

Fahrur kemudian memberikan contoh yang pernah dialami oleh KH Hasyim Muzadi yang sempat menolak maju 3 periode. Meskipun berpeluang besar menang lagi.

Untuk itu, Fahrur berharap kepada Kiai Said agar menyadari dan legowo tidak maju lagi. Sebab dengan begitu, regenerasi kader juga akan berjalan.

"Makanya kami berharap beliau, pak ketum itu menyadarilah. Bahwa situasi sudah berubah dan legowo-lah. Seperti dulu Pak Hasyim Muzadi 2 periode kan tidak maju lagi. Kami berharap regenerasi ini rata. Seperti Gus Dur mengkader Pak Hasyim, Pak Hasyim mengkader Pak Said Aqil. Hari ini siapa, mengkader siapa," jelasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww