Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
6 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ketua ISORI Yakin LADI bisa Penuhi Permintaan WADA dengan Dukungan JADA

Ketua ISORI Yakin LADI bisa Penuhi Permintaan WADA dengan Dukungan JADA
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (PP ISORI), Syahrial Bakhtiar (batik). (Foto: Istimewa)
Sabtu, 09 Oktober 2021 13:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAYAPURA - Ketua Umum Pengurus Pusat  Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (PP ISORI), Syahrial Bakhtiar merasa prihatin dengan pemberitaan terkait adanya surat dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menyatakan Indonesia tidak patuh pada penegakan standar anti-doping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020. Bahkan, dia merasa yakin Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) bisa memenuhi permintaan WADA tersebut.

"Dalam surat teguran itu sudah jelas Indonesia diberikan waktu selama 21 hari untuk menyanggahnya. Tak perlu terlalu khawatir karena LADI bakal mampu memenuhi permintaan WADA tersebut," kata Syahrial Bakhtiar yang dihubungi GoNews.co Jumat (8/10/2021) malam. 

Keyakinan Syahrial Bakhtiar itu bukan tidak mendasar apalagi pihak Japan Anti Doping Agency (JADA) yang membawahi kawasan wilayah Asia Pasifik sudah menyatakan kesiapan memberikan bantuan kepada Indonesia. "Saya sudah dapat informasi bahwa pihak JADA akan memberikan dukungan aekaligus menjadi mentor LADI menuju Compliance The Code," katanya. 

Menurut Syahrial,  LADI memang  belum dapat mengirimkan jumlah sample sesuai dengan TDP (Test Doping Planning) pada tahun 2020 akibat adanya pandemi Covid-19 mulai pada Maret 2020 yang menyebabkan seluruh kegiatan olahraga terhenti. Imbasnya, kata Syahrial Bakhtiar,  berkurangnya jumlah sample yang dikirim ke Lab anti-doping di Qatar. "Saat ini LADI sudah mengirimkan 700 sample secara bertahap termasuk sample yang diambil saat Pekan Olahraga Nasional XX yang saat ini masih berlangsung di Papua. Dan, saya yakin LADI bisa memenuhi target yang diinginkan WADA,” jelasnya. 

Lebih jauh Syahrial  menjelaskan pemberitaan terkait teguran WADA ini bukan hanya membuat kekhawatiran masyarakat olahraga tetapi bisa merusak tatanan olahraga yang sedang dibangun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Makanya, dia mengingatkan agar semua pihak memberikan support terhadap LADI. "Marilah kita saling memberikan support demi olahraga Indonesia. Jangan ada pihak yang dengan sengaja merusak ekosistem olahraga Indonesia. Biarkan LADI menjalankan tugasnya dengan baik dan tak perlu memperkeruh suasana," tegasnya. 

Dia juga menjelaskan bahwa WADA hanya mengakui setiap negara hanya satu Agency Doping.  "Cukup hanya LADI saja dan tak perlu ada yang lain," ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta, Papua
wwwwww