Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Piala Thomas dan Uber 2020

Jojo Gagal, Indonesia Tertinggal 1-2

Jojo Gagal, Indonesia Tertinggal 1-2
Jonatan Christie. (Dok. PBSI)
Senin, 11 Oktober 2021 23:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
AARHUS - Pemain tunggal putra kedua, Jonatan Christie gagal membalas kekalahan Anthony Sinisuka Ginting. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu tidak mampu mengembangkan permainan terbaik dan harus mengakui keunggulan Kunlavut Vitidsarn.

Dalam laga melawan Thailand di pertandingan penyisihan Grup A perebutan Piala Thomas 2020 yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10/2021) petang, Jojo kalah 10-21, 14-21 dalam durasi 47 menit.

Permainan Jonatan tidak berkembang di gim pertama. Jojo sapaan akrabnya, tidak langsung in dengan permainannya. Dia selalu tertinggal dalam perolehan angka. Gim pertama pun berakhir dengan skor 10-21 untuk Vitidsarn.

Akibat kekalahan Jojo, Indonesia pun tertinggal 1-2 dari Thailand. Sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting juga kalah lawan Kantaphon Wangcharoen.

Jojo mengakui kekalahannya karena banyak melakukan kesalahan sendiri. Dirinya juga kurang sabar.

"Saya kurang sabar dan banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Jojo setelah kekalahannya.

"Ketika lawan bermain cepat, saya sebenarnya lebih diuntungkan. Tetapi saya kurang sabar dan akhirnya banyak mati sendiri. Begitu lawan mengubah dengan bermain pelan, saya juga terbawa. Ketika dia memperlambat tempo permainan, saya jadi kurang nyaman," ujar Jojo.

Menurut asisten pelatih tunggal putra Irwansyah yang mendampingi Jojo bertarung di lapangan, anak didiknya gagal menyumbangkan angka karena dari pola permainannya tidak berkembang. Dari awal sudah tidak mampu mengembangkan permainannya sendiri.

"Di gim pertama dari awal Jojo terlalu mengikuti pola permainan lawan. Sementara lawan juga mampu mengontrol permainan reli yang dikembangkan. Jojo juga terbawa pola permainan lawan," ujar Irwansyah.

Pada gim kedua, Jojo sebenarnya bermain lebih baik. Permainannya lebih berkembang. Bahkan terus memimpin hingga 14-12. Namun setelah itu, kembali Jojo membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Vitidsarn pun bisa melaju terus hingga memenangi pertandingan di gim kedua dengan 14-21.

"Di gim kedua, awalnya Jojo sudah bermain baik hingga memimpin terus. Setelah itu kembali ragu-ragu dan tidak percaya diri dengan pola permainan yang dikembangkan. Dia lagi-lagi kurang sabar. Itulah yang membuat Jojo kalah," sebut Irwansyah. ***

wwwwww