Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020

Menpora Amali Bilang PON XX Bisa Melihat Talenta Potensial Yang Belum Masuk Pelatnas

Menpora Amali Bilang PON XX Bisa Melihat Talenta Potensial Yang Belum Masuk Pelatnas
Pertadingan caBOR Karate PON XX Papua di Gedung Serba Guna (GSG) Hena Taje milik Dinas Perhubungan, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (11/10/2021). (Dok. Kemenpora)
Senin, 11 Oktober 2021 20:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAYAPURA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali menilai venue dan pertadingan cabang olahraga Karate Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Gedung Serba Guna (GSG) Hena Taje milik Dinas Perhubungan, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, cukup bagus. Bahkan, dia menyebut karateka yang tampil juga cukup berkualitas.

"Pertandingan karate yang tadi sempat saya saksikan untuk Karate Kata saya kira kualitasnya bagus," ujar Menpora Amali saat mengunjungi venue dan pertandingan karate, Senin (11/10/2021).

Meskipun tak sebagus venue-venue cabang olahraga lainnya yang berstandar internasional, Menpora Amali optimis hal tersebut tidak mengurangi prestasi yang ditorehkan para atlet Karate.

"Saya kira atlet karate ini sudah terbiasa dengan venue seperti apapun, mereka-mereka bisa bertanding. Saya juga agak mengerti sedikit tentang karate, makanya saya paham bagimana mereka tetap masih bisa menunjukkan prestasi dan performa," pungkasnya.

Menpota Amali menjelaskan, cabang olahraga Karate merupakan salah satu cabor yang masuk dalam yang masuk cabor unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Perpresnya telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada Haornas 2021 lalu. Salah satu target dalam DBON tersebut adalah meraih prestasi di Olimpiade 2024 nanti.

"Jadi saya harus memastikan cabang-cabang olahraga unggulan kita yang kita persiapkan untuk Olimpiade Paris 2024 itu benar-benar melakukan pembinaan dan kompetisi," ujarnya.

Menurut Menpora Amali, berdasarkan laporan pengurus FORKI, ada sejumlah atlet Pelatnas yang ikut bertanding dalam PON XX ini. Meski demikian, Menpora berharap akan muncul talenta-talenta lain yang disiapkan untuk masuk Pelatnas.

"Nah PON ini kesempatan untuk melihat talenta-talenta, siapa tahu ada talenta lain lagi selain mereka yang sudah menghuni pelatnas yang bisa untuk kita dorong masuk ke Pelatnas," harapnya.

Menpora mendorong FORKI untuk melakukan sistem promosi dan degradasi secara fair diantara para atlet, dan dilakukan secara fair.

"Sehingga mendapatkan atlet Pelatnas yang benar-benar berkualitas baik secara fisik, teknis strategi dan mentalnya dan merka bisa menjadi duta kita untuk bertanding di kancah internasional. DBON sudah membuat target utama kita adalah Olimpiade dan kita tujuan utama adalah Olimpiade Paris 2024," jelasnya. ***

Kategori:Non Olympic, Papua
wwwwww