Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
11 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
9 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Guru Besar Tata Negara Bongkar Tujuan Utama Moeldoko Kudeta Demokrat

Guru Besar Tata Negara Bongkar Tujuan Utama Moeldoko Kudeta Demokrat
Moeldoko saat dilantik SBY menjadi Panglima TNI. (Foto: Istimewa)
Rabu, 13 Oktober 2021 13:23 WIB

JAKARTA - Guru Besar Hukum Tata Negara Asep Warlan Yusuf turut memberikan tanggap soal perselisihan dua kubu di Partai Demokrat. Menurut Asep Warlan Yusuf ada dua aspek perselisihan Partai Demokrat.

"Pertama aspek substansi ketika mereka mengecam gugatan AD/ART untuk diuji di Mahkamah Agung (MA)," jelas Asep Warlan, Selasa (12/10/2021) kemarin di Jakarta.

Dosen Universitas Parahyangan Bandung itu mengaku heran dengan gugatan yang dilakukan kubu Moeldoko melalui Yusril Ihza Mahendra di MA. "Kalau bagi saya yang mengajar di ilmu perundang-undangan agak aneh begitu, ya, AD/ART diuji di MA," ungkapnya.

Menurutnya, AD/ART tidak tepat jika diuji materiil di MA. "Sebab, yang diuji di MA ialah peraturan perundang-undangan di bawah UU, sedangkan AD/ART, bukan," bebernya.

Asep Warlan menjelaskan AD/ART merupakan anggaran dasar sebuah organisasi untuk melakukan kegiatan. Asep Warlan juga mengungkapkan alasan terjadinya perselisihan dua kubu Demokrat.

"Di sisi lain Demokrat ini ialah parpol yang terbuka, demokratis, dan mengelola partai dengan profesional. Jadi, ada kehendak untuk mengesampingkan SBY dan anak-anaknya," ujarnya.

Menurut Asep Warlan, KSP Moeldoko tidak ingin mengotak-atik Demokrat, tetapi mengambilalih partai dari SBY. "Supaya orang lain bisa masuk ke dalam pengurus intinya dengan cara mengintervensi dan kudeta," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww