Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Piala Thomas dan Uber 2020

Nita/Chika Ngaku Masih Harus Banyak Diperbaiki

Nita/Chika Ngaku Masih Harus Banyak Diperbaiki
Nita Violina Marwah/Putri Syaikah. (Dok. PBSI)
Rabu, 13 Oktober 2021 00:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
AARHUS - Pasangan ganda putri kedua Indonesia, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah harus mengakui keunggulan Yuki Fukushima/Arisa Higashino. Dalam pertandingan di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Selasa (12/10) petang, wakil Merah-Putih ini menyerah kepada wakil Jepang dengan skor 9-21, 10-21 dalam 44 menit.

Kegagalan ini membuat Indonesia tertinggal 0-4 melawan Jepang. "Kami sudah bersemangat untuk bermain sebaik mungkin. Tapi lawan memang sangat baik," kata Nita.

Berlaga pada pertandingan penyisihan terakhir Grup A perebutan Piala Uber 2020, Nita dan Chika, saapan akrab Putri Syaikah, mengaku terlalu mengikuti pola permainan lawan. Selain itu, mereka bermain terlalu terburu-buru. Mereka kurang sabar dalam permainan.

"Main kami tadi kurang aman. Tak sabar sendiri. Padahal pasangan yang kami hadapi adalah pasangan berpengalaman. Pertahanan lawan juga rapat sekali. Tidak bisa sekali serang untuk bisa dapat poin," kata Nita usai pertandingan.

Ditambahkan oleh Chika, di awal gim pertama, ganda muda yang ditampilkan skuat Garuda ini memang kurang sabar bermain. Dengan shuttlecock yang berat, seharusnya Nita/Chika tidak boleh terus menyerang. Harus diolah lebih baik untuk bisa mendapatkan angka.

"Melawan pasangan berpengalaman, kami tidak boleh terburu-buru. Kami tadi tidak sabaran. Dengan shuttlecock yang berat, seharusnya kami tidak boleh menyerang terus," tutur Chika.

Dari pertandingan debut sebagai pasangan ini, Nita/Chika mengaku banyak hal yang harus diperbaiki. Ini sebagai bagian agar ke depan performanya makin sokid.

"Harus lebih dikuatkan lagi, harus lebih tahan di lapangan, siap lebih capek. Harus lebih aman lagi mainnya. Fokus kami tak boleh hilang. Kami harus bisa konsisten terus," sebut Nita.

Sementara Chika menyebut hal yang serupa. "Banyak hal yang harus diperbaiki. Dari permainan yang lebih aman. Powernya juga harus ditambah," timpal Chika. ***

wwwwww