Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Ekonomi

'Tamparan' Buat OJK dari Jokowi: Banyak Warga RI Terjerat Pinjol

Tamparan Buat OJK dari Jokowi: Banyak Warga RI Terjerat Pinjol
Presiden Joko Widodo. (foto: Istimewa)
Rabu, 13 Oktober 2021 15:23 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih mendapatkan informasi maraknya penipuan dan tindak pidana keuangan digital yang terjadi atas maraknya gelombang digitalisasi.

Berbicara saat memberikan pengarahan dalam OJK Virtual Innovation Day 2021, Jokowi menekankan bahwa situasi ini harus cepat diatasi oleh pemangku kepentingan.

"Perkembangan yang cepat ini harus dijaga, dikawal, difasilitasi tumbuh secara sehat untuk perekonomian masyarakat kita," kata Jokowi di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/10/2021).

Jokowi mengakui gelombang digitalisasi dalam beberapa tahun terakhir semakin berkembang. Bank berbasis digital, asuransi berbasis digital, terus bermunculan.

"Dan berbagai macam e-payment harus didukung. Penyelenggara fintech bermunculan termasuk fintech syariah. Inovasi finansial teknologi semakin berkembang, fenomena sharing ekonomi semakin marak dari P2P ke B to B," jelasnya.

Namun, hingga saat ini masih terjadi penipuan dan tindak pidana keuangan digital yang terjadi. Dalam situasi ini, kata Jokowi, masyarakat menengah ke bawah yang terkena dampaknya.

"Saya mendengar masyarakat bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi oleh pinjaman online, yang ditekan dengan berbagai cara untuk mengembalikan pinjamannya," jelasnya.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww