Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Beladiri

Pemain Sinetron Tuyul & Mba Yul Reborn Alami Penganiayaan

Pemain Sinetron Tuyul & Mba Yul Reborn Alami Penganiayaan
Samual Hasiolan Panjaitan bersama kuasa hukum Umbu R Samapaty SH memperlihatkan foto bekas penganiayaan. (Dok. Istimewa)
Jum'at, 15 Oktober 2021 00:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Samuel Hasiholan Panjaitan, pemain sinteron Tuyul & Mba Yul Reborn belum lama ini mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Samuel telah dianiaya oleh tetangganya sendiri karena alasan yang tak jelas.

Saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/10), Samuel pun menceritakan bagaimana kronologi pemukulan tersebut. Ia mengatakan ketika ingin menutup pintu pagar rumahnya, karena badannya yang tidak normal Samuel pun terdorong jatuh setelah tarik-tarikan dengan tetangganya yang berbadan normal. 

"Saya habis nganter istri tadi pagi, pas mobil udah masuk garasi dan pintu gerbang udah ditutup, nah abis itu dia nyoba masuk ke rumah dan saya sempat video kan kejadian itu, pas saya record dia berusaha mundur. Saya pikir udah selesai dia kembali ke arah rumahnya," ungkap Samuel Hasihonal Panjaitan. 

"Abis itu dia balik lagi nyerang pas saya mau nutup pagar rumah saya terjadi tarik-tarikan saya sama dia dan saya nggak kuat karena dia lebih besar dan kuat ya kondisi fisiknya, jadi saya nggak bisa nahan akhirnya pagar terbuka," lanjutnya. 

Ketika terjatuh, Samuel pun mengaku dirinya dipukul dan salah satu pukulan sempat mengenai matanya. Tak hanya dipukul, Samuel mengatakan dirinya sempat diseret ke jalanan aspal depan rumahnya. 

"Dia pukul saya, mata saya, sampai akhirnya saya pegangan jatuh, bapak mau nolong saya bilang jangan karena takut orang tua saya diapa-apakan. Akhirnya ya udah saya malah diseret ke jalan, dipukuli, akhirnya saya teriak minta tolong, tetangga saya dengar semua akhirnya dibantu, dibawa masuk ke rumah," ujarnya. 

Selain itu, Samuel menyebut bahwa dirinya sendiri tak tahu penyebab dari pemukulan tersebut. Bahkan ketika ditanya pihak berwajib ia mengaku bingung dan tak tahu alasan tetangganya melakukan tindak kekerasan padanya. 

Umbu R Samapaty SH sedang memperlihatkan surat laporan ke Polsek Pulogadung. 

"Pengacara juga nanya masalahnya apa, saya bilang 'kalau anda bingung saya juga bingung karena saya nggak tahu masalahnya apa dan tiba-tiba dia masuk aja menyerang. Saya bingung, kalau pun ada gimana-gimana bisa ngomong baik-baik, itu yang saya sesalkan, pas bikin BAP polisi juga nanya hal yang sama. Saya jawab sama, saya bingung," pungkasnya.

Kejadian penganiayaan yang dialami Samuel Hasiholan Panjaitan tersebut terjadi pada tanggal 25 Mei 2021 lalu. Karena hal tersebut, Samuel harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari dua malam, lalu pada tanggal 28 Mei 2021, tiga hari pasca dirawat, Samuel membuat laporan ke Polsek Pulo Gadung, Jakarta Timur atas apa yang telah dialaminya.

Menurut kuasa hukumnya, Umbu R Samapaty, SH, kliennya adalah seorang difabel dan tidak pantas diperlakukan seperti itu.

"Jadi kami jelaskan klien kami sudah melaporkan tindak pidana yang dialami, penganiayaan dilaporkan tanggal 28 Mei 2021. Kita liat sendiri bahwa klien saya dia seorang difabel, dia memiliki tinggi yang berbeda, dan Undang-Undang kita memberikan perlindungan kepada difabel," pungkas Umbu. ***

wwwwww