Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
24 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Nasional

Hetifah Dorong Pemerintah Revitalisasi LADI

Hetifah Dorong Pemerintah Revitalisasi LADI
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam suatu kesempatan rapat. (foto: dok. ist.)
Selasa, 19 Oktober 2021 06:00 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hetifah Sjaifudian dalam keterangan tertulisnya yang dikutip di Jakarta, Selasa (19/10/2021), menyatakan dorongannya agar pemerintah merevitalisasi lembaga anti doping menyusul adanya sanksi dari WADA atau Badan Anti-Doping Dunia.

"Indonesia harus serius untuk membenahi kelembagaan anti doping. Pemerintah harus segera mengevaluasi kebijakan terkait hal tersebut," kata Hetifah dikutip GoNEWS.co.

Selain itu, Hetifah juga meminta Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk terus melakukan evaluasi, mengukur kemampuan diri, serta bicara apa adanya. "Transparansi terkait kapasitas ini sangat penting, agar pemerintah mengetahui fakta yang sebenarnya. Jangan sampai pemerintah menganggap semua berjalan baik padahal fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak yang harus dibenahi," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia meraih kemenangan Piala Thomas Cup 2021. Ini adalah kemenangan setelah penantian selama 19 tahun lamanya. Piala tersebut kembali ke pangkuan Tim Indonesia melalui tangan Jonathan Christie yang menyabet kemenangan melawan Li Shi Feng (Kontingen China) dengan skor 3-0. Sayangnya, di tengah gegap gempita kemenangan Indonesia, terselip kekecewaan besar terkait tidak diizinkannya Tim Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih di podium kemenangan. Ternyata, hal tersebut merupakan sanksi dari WADA yang menilai bahwa LADI tak menerapkan program pengujian yang efektif.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Non Olympic, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww