Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Peserta IBL Rookie Combine 2021 Potensi Berkembang

Peserta IBL Rookie Combine 2021 Potensi Berkembang
Ali Budimansyah. (Dok. iblindonesia)
Kamis, 21 Oktober 2021 19:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TANGERANG - Legenda bolabasket Indonesia, Ali Budimansyah menilai 50 rookie yang bergabung pada Indonesia Basketball League (IBL) Rookie Combine 2021 cukup bagus. Bahkan, dia menyebut mereka memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Saya sudah melihat beberapa dari mereka bermain di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua lalu. Beberapa lagi juga sudah saya lihat permainannya. Secara umum potensi mereka sangat bagus. Peserta IBL Rookie Combine 2021 berpotensi bagus untuk berkembang ,” kata Budi,Rabu 20 Oktober.

Budi menjadi salah satu coach yang akan memberi bekal ilmu kepada para rookie selama gelaran pada tanggal 20-23 Oktober ini. Tak hanya skill di lapangan basket yang membuat dia dijuluki Budi Jordan, namun Budi yang sudah 15 tahun menjadi pemain profesional dan delapan kali terpilih masuk tim nasional, termasuk ketika pertama kali merebut medali perunggu di SEA Games 1993 dan SEA Games 1999 Brunei Darussalam serta meraih medali perak SEA Games 2001 Kuala Lumpur. Dia sampai saat ini juga menjadi satu-satunya pemain Indonesia yang terpilih masuk tim Asia All Star pada tahun 1998.

“Saya juga akan memberikan ilmu berdasarkan pengalaman saya, bagaimana bersikap dan hidup sebagai atlet bolabasket profesional. Mereka harus memiliki attitude yang benar sebab bolabasket akan menjadi hidup mereka,” katanya.

Bagi Budi, peranan para rookie akan sangat penting bagi perkembangan industri bolabasket Indonesia. “Mereka yang akan menggantikan para pemain saat ini yang pasti akan retired. Rookie ini adalah bagian dari regenerasi dan masa depan bolabasket sebagai industri,” tuturnya. ***

wwwwww