Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Olympic

Karyawan Travel Diciduk Terlibat Pemalsuan PCR di Kualanamu

Karyawan Travel Diciduk Terlibat Pemalsuan PCR di Kualanamu
Polisi menangkap karyawan travel yang memalsukan surat PCR di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Dok. Angkasa Pura II)
Sabtu, 23 Oktober 2021 23:06 WIB

JAKARTA - Polisi menetapkan seorang karyawan travel bernama Ahmad (41) sebagai tersangka kasus pemalsuan hasil PCR di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

"Benar, satu orang ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Wakapolresta Deliserdang, AKBP P Julianto Sirait, Jumat (22/10).

Pengungkapan kasus berawal pada Selasa (19/10), sekitar pukul 15.00 WIB, di areal terminal lantai 2 Bandara Kualanamu. Saat itu petugas bandara memeriksa test PCR salah seorang calon penumpang bernama Desri Natalia Sinaga. Saat diperiksa, Desri mengatakan surat itu berasal dari Klinik Jemadi dan dia melakukan PCR pada Senin (18/10).

"Desri diamankan karena memperlihatkan surat hasil pemeriksaan PCR test yang diduga palsu," ujar Julianto.

"Lalu klinik Jemadi yang dihubungi melalui telepon mengatakan tidak pernah membuat surat hasil pemeriksaan PCR atas nama Desri Natalia," ujarnya.

Kemudian Desri mengaku membuat surat PCR itu melalui karyawan travel di Bandara Kualanamu bernama Ahmad. Polisi lalu menangkap Ahmad. "Modus tersangka saat beraksi, mengamati gerak-gerik Desri yang tampak kebingungan, karena belum memiliki surat test PCR," kata Julianto.

Kasatreskrim Polresta Deli Serdang, Kompol M. Firdaus menambahkan, tersangka mengambil momen untuk menawarkan jasa, membuat swab PCR dan dijamin aman, sehingga calon penumpang tersebut menerima jasa dari si tersangka. "Tersangka lalu membuat swab yang diduga palsu dan satu jam kemudian memberikan kepada calon penumpang tersebut sebelum berangkat ke Jakarta," ujar Firdaus.

Dari hasil penyelidikan, tersangka mengaku membuat surat PCR palsu ini sudah dua kali. Namun polisi masih melakukan pendalaman. Tersangka dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan UU Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Pertama seminggu yang lalu tepatnya pada tanggal 12 Oktober dan yang terakhir pada tanggal 19 Oktober 2021, yang pertama berhasil berangkat dengan harga penjualan Rp750 ribu," ujar Firdaus.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Sumatera Utara
wwwwww