Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tolak PCR Penumpang Pesawat, Legislator Bali Desak Revisi Inmendagri dan Satgas Covid-19

Tolak PCR Penumpang Pesawat, Legislator Bali Desak Revisi Inmendagri dan Satgas Covid-19
Ilustrasi PCR. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 23 Oktober 2021 21:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kalangan DPR menolak keras pemberlakuan Rapid Test PCR karena dianggap memberatkan penumpang lokal menuju Bali. Padahal Bali sudah turun ke level 2 PPKM, kondisi lapangan sangat kondusif lalu kenapa pemerintah pusat membuat kebijakan yang malah mempersulit.

"Saya selaku anggota dewan wakil Bali, yang merupakan daerah destinasi pariwisata menolak dilakukannya Test PCR untuk penumpang dari dan ke Jawa-Bali," tandas Anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Parta kepada wartawan, Sabtu (23/10/2021).

Oleh karena itu, Parta mendesak agar Menteri Dalam Negeri dan Satgas Covid-19 untuk segera merevisi aturan tersebut:

Pertama, Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali dan kedua, Surat Edaran Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Lebih jauh Parta menjelaskan saat ini baru saja mulai ada peningkatan kedatangan wisatawan domestik ke Bali. Setiap harinya hampir selalu terjadi kenaikan. "Sebagai gambaran pada tanggal 21/10/2021 jumlah penumpang domistik yang datang ke Bandara I Gusti Ngurah Rai sejumlah : 9637 orang."

Namun anehnya, kata Parta, sekarang malah terjadi perubahan regulasi yang mempersulit penumpang domestik datang ke Bali. Padahal awalnya penumpang dari dan ke Jawab-Bali boleh menggunakan test antigen sekarang berubah harus menggunakan test PCR. Padahal Bali sudah turun ke level 2 PPKM, lanjut Parta lagi, kondisi lapangan sudah sangat kondusif lalu. "Kenapa pemerintah pusat membuat kebijakan yang malah mempersulit," sindirnya.

Lagi-lagi Parta mengkritik keras ketika situasi Bali masih berada level 4, kebijakan penerbangan dari dan ke Jawa-Bali cukup dengan hasil test antigen. "Tapi kenapa ketika level 2 PPKM dan kasus Covid sudah mulai melandai malah harus pakai hasil test PCR?," pungkasnya.***

wwwwww