Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Voli

Ciptakan Generasi Muda Anti Korupsi Lewat Diklat Pemberdayaan Pemuda

Ciptakan Generasi Muda Anti Korupsi Lewat Diklat Pemberdayaan Pemuda
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah. (Dok. Kemenpora)
Selasa, 26 Oktober 2021 11:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar diklat pemberdayaan pemuda bidang pencegahan pengaruh destruktif pemuda dengan mengambil tema Tingkatkan Peran dan Partisipasi Pemuda Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah mengatakan, diklat ini diselenggarakan sebagai upaya dalam menciptakan generasi milenial yang memiliki moral baik dan membangun karakter teladan agar para pemuda tidak melakukan korupsi sejak dini.

“Oleh karena itu, Kemenpora melalui PPPON mencoba untuk mewujudkan generasi muda anti korupsi sehingga mudah-mudahan ini menjadi suatu budaya kedepan untuk menciptakan suatu kaderisasi yang dapat melawan praktik korupsi,” kata Deputi Faisal dalam sambutannya.

Menurutnya, generasi muda sangat diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, mereka merupakan generasi yang paling idealis dan memiliki semangat yang tinggi dalam memperjuangkan hal baik. Selain itu, generasi muda juga diharapkan dapat mempraktikkan tindakan anti korupsi ditengah masyarakat.

“Generasi muda menjadi ujung tombak pencegahan korupsi ditengah masyarakat. Untuk itu, kita berharap terciptanya pemuda yang tangguh, pemuda yang memiliki kualitas baik sehingga tecipta pemuda anti korupsi,” jelas Deputi Faisal.

Memberantas korupsi di Indonesia menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat. Dalam pemberantasan korupsi, ada tiga aspek yang setidaknya dilakukan. Ketiganya yaitu penindakan, pencegahan, dan pendidikan. ***

wwwwww