Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
16 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
16 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Muncul Wacana Reuni Pecahan Golkar, Ini Tanggapan NasDem

Muncul Wacana Reuni Pecahan Golkar, Ini Tanggapan NasDem
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali. (Foto: Istimewa)
Selasa, 26 Oktober 2021 23:20 WIB

JAKARTA - Kemenangan besar akan terjadi di Pemilu Serentak 2024, khususnya pemilihan presiden (Pilpres) jika Partai Golkar mampu menyatukan partai politik pecahannya. Partai politik itu adalah Partai NasDem, Gerindra, Hanura, Berkarya dan Perindo.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan, tidak ada masalah dengan pandangan itu. Catatannya, kebersamaan partai-partai itu harus dilandasi pada program pembangunan kebangsaan.

"Bersatu di 2024 untuk kepentingan siapa? Golkar atau bangsa? Kan itu masalahnya," ujar Ahmad Ali di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Ahmad Ali menegaskan, prinsipnya Partai Nasdem terbuka menjadi koalisi dengan siapapun dan bersama-sama mencari siapa calon presiden yang akan diusung. "Kami terbuka berkoalisi dengan siapa saja kemudian kita bersama-bersama mencari calon presidenya," katanya.

Lanjutnya, Partai Nasdem di internal sudah menyepakati akan melakukan konvensi untuk menjaring figur-figur unggulan. Utamanya, tokoh di luar kader partai politik yang potensial diusung di Pilpres 2024.

"Kita harus jujur sebagak kader politik melihat di luar kader partai banyak kader bangsa yang punya integritas, yang layak untuk kita kedepankan menjadi calon presiden," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww