Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gus Jazil: Jangan Sampai Pilpres 2024 Ciptakan Politik Identitas

Gus Jazil: Jangan Sampai Pilpres 2024 Ciptakan Politik Identitas
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid dalam suatu kegiatan di Aceh. (foto: Istimewa)
Rabu, 27 Oktober 2021 17:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengemukakan ada indikasi Pilpres 2024 mendatang hanya menghadirkan satu pasangan calon, jika dikedepankan dari dampak pandemi. Namun hal itu sangat sulit terjadi mengingat di Indonesia ini multi partai.

"Tidak menutup kemungkinan satu pasangan calon bisa terjadi. Karena dampak dari pandemi. Memaksa partai-partai bersatu untuk enemukan calon siapa yang paling baik untuk mengatasi keadaan. Tapi tetap saya menganggap jauh dari kemungkinan terjadi," kata Jazilul dalam diskusi 'Empat Pilar MPR RI bertajuk Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024', di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Rabu (27/10/2021).

Makanya, untuk menangkal terjadinya satu pasangan calon, kata Jazilul, partainya (PKB), akan menyiapkan pilpres ini supaya tidak terjadi politik identitas (satu pasangan calon), dengan melakukan upaya-upaya membentuk poros lebih banyak. "Minimal 3 poros dan PKB berupaya untuk meminpin satu poros," katanya.

Minimal ada 3 pasangan calon itu, jelas Jazilul, dilihat dari posisi jumlah presidensial threshold 20%. Jadi, misal meleset dan hanya terjadi dua pasangan calon, maka ia yakin politik identitas itu akan terjadi.

"Dengan dua pasangan calon itu, nanti akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena terjadinya dua kubu," jelasnya.***

wwwwww