Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

HNW: Kemenag Tidak untuk Diklaim, Juga Bukan untuk Dibubarkan

HNW: Kemenag Tidak untuk Diklaim, Juga Bukan untuk Dibubarkan
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid alias HNW. (foto: ist.)
Rabu, 27 Oktober 2021 15:32 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam keterangan resminya, Rabu (210/2021) menegaskan, Kementerian Agama (Kemenag) tidak untuk diklaim maupun dibubarkan.

HNW-sapaan akrab Hidayat- menjelaskan bahwa keputusan Presiden Soekarno menghadirkan Kementerian Agama (dulu depertemen urusan agama) di Republik Indonesia melalui Penetapan Pemerintah No. 1/S.D. pada 3 Januari 1946 adalah berkat kegigihan Anggita KNIP dan banyak Ormas Islam yakni NU, Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis, maupun Partai Islam Masyumi. Depag saat itu dihadirkan untuk mengurusi agama-agama yang ada di Indonesia dan sebagai wujud finalnya sila Ketuhanan yang Maha Esa.

"Jadi yang paling utama adalah merelasasikan tujuan dihadirkannya Depag, bukan klaim hadiah khusus untuk Ormas tertentu yang memantik tuntutan agar bila demikian, Kemenag dibubarkan saja" kata HNW dikutip GoNEWS.co.

Pernyataan HNW menanggapi pernyataan internal Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait keberadaan Kemenag adalah hadiah khusus untuk Nahdlatul Ulama (NU) bukan untuk Umat Islam secara umum. Hadiah tersebut sebagai konsekuensi dari penghapusan tujuh kata dalam piagam Jakarta melalui juru damai dari NU yang menurut Menag adalah KH Wahab Hasbullah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, MPR RI, DKI Jakarta
wwwwww