Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Saksi Praperadilan Tegaskan Indra Agus Tak Terlibat dalam Kasus Korupsi Bimtek ESDM

Saksi Praperadilan Tegaskan Indra Agus Tak Terlibat dalam Kasus Korupsi Bimtek ESDM
Suasana sidang praperadilan Kadis ESDM Riau non aktif Indra Agus Lukman di PN Telukkuantan, Kuantan Singingi, Riau, Selasa, 26 Oktober 2021. (foto: ist.)
Rabu, 27 Oktober 2021 17:14 WIB
KUANTAN SINGINGI - Saksi dalam sidang praperadilan Indra Agus Lukman di Pengadilan Negeri Teluk Kuantan, Selasa (26/10/2021), yakni Edisman dan Ariyadi menyatakan bahwa Kepala Dinas ESDM Riau non aktif itu tidak terlibat dalam korupsi Bimtek Pembinaan Pertambangan dan Akselerasi ke Provinsi Bangka Belitung pada Dinas ESDM Kabupaten Kuansing.

Kedua saksi yang telah menjalani hukuman dalam kasus yang sama pada 2014 lalu dan bebas pada awal Januari 2015 itu, kompak membela Indra.

Kala Bimtek Pembinaan Pertambangan dan Akselerasi ke Provinsi Bangka Belitung pada Dinas ESDM Kabupaten Kuansing berlangsung, Edisman menjabat sebagai bendahara pengeluaran pada Dinas ESDM Kabupaten Kuansing sementara Ariyadi menjabat PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

Edisman mengaku, pernah menandatangani surat pernyataan yang isinya bahwa Indra Agus Lukman tidak terlibat dalam perkara yang menjerat dirinya tersebut.

"Iya, karena memang semua tanggungjawabnya ada pada PPTK dan bendahara," kata Edisman menjawab pertanyaan Hakim.

"Kenapa tanggungjawab bendahara dan PPTK," tanya Hakim.

Dijelaskan Edisman, dalam kegiatan bimtek tersebut sudah ada ditunjuk panitia dan sudah ada PPTK. Fungsi PPTK disini menyiapkan laporan dan melaporkan kepada pimpinan.

"Pemohon (Indra, red) tidak ikut. Hanya saya, PPTK dan peserta yang ikut," jawab Edisman lagi.

Senada dengan Edisman, saksi Ariyadi mengatakan, "Kami sepenuhnya bertanggungjawab atas kegiatan tersebut, dan tidak ada kaitannya dengan Indra Agus,".

Ariyadi juga menyampaikan ikut menandatangani berita acara pengembalian kerugian negara saat dirinya masih berada dalam tahanan. "Neken pas dalam tahanan," katanya.

Kedua saksi ini dihadirkan oleh Penasehat Hukum Indra Agus Lukman yakni Rizki JP Poliang dan Bangun Sinaga.

Dalam sidang ini, pemohon yakni kubu Indra Agus menggugat praperadilan penetapan tersangka atas Indra Agus karena kasus yang disangkakan sudah di-SP3 (istilah pemberhentian penyidikan).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Voli, Riau
wwwwww