Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Garuda Terancam Bangkrut, Dirutnya Malah Plesiran Dua Minggu ke Amerika dan Eropa

Garuda Terancam Bangkrut, Dirutnya Malah Plesiran Dua Minggu ke Amerika dan Eropa
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat plesiran selama dua pekan ke Amerika dan Eropa. (Foto: Istimewa)
Kamis, 28 Oktober 2021 01:00 WIB

JAKARTA - Kondisi Garuda Indonesia yang diujung tanduk seolah tidak menjadi hal penting yang perlu dipikirkan. Pasalnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra justru memilih plesiran selama dua pekan ke Amerika dan Eropa dibanding mempersiapkan diri menghadapi gugatan PKPU di pengadilan niaga dan juga menghadapi kondisi keuangan yang sangat memprihatinkan.

Dalam surat terbuka mengatasnamakan Raindo Garuda yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir. Irfan Setiaputra berlibur bersama keluarga (istri, anak, mantan, dan kedua cucunya) ke Amerika dan Eropa selama 2 pekan, berangkat tanggal 30 September hingga pulang ke tanah air pada 16 Oktober 2021.

"Yang sangat memperhatikan lagi, rombongan Dirut Irfan Setiaputra dan keluarga seluruhnya di upgrade ke bisnis class. Padahal Dirut dan Istri menggunakan tiket gratis, sementara anak, mantunya membeli tiket class ekonomi promosi," ungkap surat terbuka tersebut yang dilansir GoNews.co dari RMOL.id, Rabu (27/10/2021).

Dalam surat itu, Irfan Setiaputra berdalih plesirannya untuk menghadiri acara IATA (The International Air Transport Association) Annual General Meeting & World Air Transport Summit 2021 yang diadakan dari tanggal 3 Oktober 2021 sampai dengan 5 Oktober 2021.

"Sesungguhnya rapat tersebut tidak perlu dihadiri oleh seorang Dirut, tetapi cukup saja dihadiri oleh Manager/Senior Manager karena rapat tersebut tidak begitu penting dibandingkan dengan Dirut menghadapi Perusahaan diambang kebangkrutan," demikian antara lain isi dalam surat terbuka tersebut.

Oleh karena itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus melakukan audit atas penggunaan tiket tersebut, karena diduga selain biaya transportasi, ada biaya akomodasi (hotel) selama berlibur yang dibiayai oleh uang Perusahaan

"Apakah ini cermin dari seorang Dirut Garuda yang juga sebagai Tim Sukses Presiden Joko dan juga sebagai teman dekat dari Pramono Anung / Menseskab (Geng ITB) sehingga berani menari-nari di atas Perusahaan yang sudah diambang kebangkrutan. Kami Rakyat Indonesia, meminta perhatian Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menteri BUMN, untuk tidak membiarkan para bekas Tim Sukses seenaknya mengelola Garuda Indonesia yang sudah diambang kebangkrutan," pungkas surat itu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww