Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Demo Jokowi, Mahasiswa di Makassar Blokir Jalan Hingga Malam

Demo Jokowi, Mahasiswa di Makassar Blokir Jalan Hingga Malam
Mahasiswa Makassar memblokir jalan saat demo mengkritik Presiden Jokowi di hari peringatan Sumpah Pemuda (Foto: CNN Indonesia/ Ilham)
Jum'at, 29 Oktober 2021 01:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

MAKASSAR - Mahasiswa menggelar demo memperingati hari Sumpah Pemuda di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Kamis (28/10). Mereka mengkritik kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Massa yang mayoritas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya juga menutup Jalan Sultan Alauddin hingga lewat pukul 18.00 WITA. Berimbas pada kemacetan panjang.

Saat demo, mahasiswa mengkritik segala kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo selama tujuh tahun kepemimpinannya yang tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

"Kami menuntut, tegakkan supremasi hukum, tolak rencana amandemen UUD, tolak Omnibus Law, cabut UU nomor 19 tahun 2019, tolak penghapusan BBM bersubsidi dan mendesak Jokowi dalam penyelesaian penanganan Covid-19," tutur seorang orator.

Sementara itu, pihak kepolisian sejak siang mengawal jalannya unjuk rasa. Sejauh ini aparat masih berusaha secara persuasif agar mahasiswa dapat membubarkan diri dan membuka kembali akses jalan. Mahasiswa belum menggubris sehingga kemacetan terjadi.

Di tempat berbeda, berbagai organisasi mahasiswa mengepung kantor DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Sulsel. Mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo untuk tidak melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka juga menuntut presiden untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kabinet Indonesia Maju yang dianggap tidak bekerja maksimal. "Copot Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly serta Menteri Koordinator bidang politik hukum dan keamanan, Mahfud MD. Karena gagal dalam memberikan jaminan dan perlindungan hukum serta penyelesaian terhadap kasus HAM masa lalu," tutur Ewaldo Azis, mahasiswa yang ikut demo dengan pengeras suara.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah mempercepat transformasi dan reformasi Polri untuk memastikan terjaminnya hak kebebasan berekspresi dan berpendapat setiap orang. "Segera selesaikan permasalahan pelanggaran HAM masa lalu dan mengadili pelaku melalui pengadilan HAM secara adil dan transparan," kata Ewaldo.***

wwwwww