Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
15 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Nasional

Puan Harap Vaksin untuk Anak 5-11 Tahun Bisa Normalkan Dunia Pendidikan

Puan Harap Vaksin untuk Anak 5-11 Tahun Bisa Normalkan Dunia Pendidikan
Ilustrasi vaksinasi anak. (foto: ist. via mediaindonesia.com)
Jum'at, 29 Oktober 2021 17:35 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani dalam keterangan resminya, Jumat (29/10/2021) menyatakan, dirinya menyambut baik rencana pemberian vaksin Covid-19 bagi anak usia 5-11 tahun.

Pemberian vaksin bagi penduduk usia tersebut, menurut Puan, akan semakin memperluas cakupan warga negara yang terlindungi dari virus corona.

"Setelah ditunggu-tunggu, kita bersyukur akhirnya rencana pemberian vaksin untuk anak 5-11 tahun akhirnya mulai berjalan. Ini perkembangan baik, karena prinsipnya setiap warga negara usia berapapun berhak atas kesehatan, termasuk terlindungi dari Covid-19," kata Puan dikutip GoNEWS.co.

Puan menegaskan, DPR RI siap mengawal proses pemberian emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 bagi anak usia 5-11 tahun yang sekarang sedang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Anak-anak harus terlindungi dari Corona. Semakin cepat izin keluar semakin baik. Namun BPOM juga tidak perlu merasa diburu-buru karena prinsip keamanan vaksin harus menjadi prioritas," ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Saat ini ada 3 merek vaksin Covid-19 yang sedang diuji klinis oleh BPOM untuk anak usia 5-11 tahun, yakni Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer. Puan berharap agar proses uji klinis berjalan lancar sehingga target pemberian vaksin pada awal tahun 2022 bisa terlaksana.

Puan pun meminta pemerintah menyiapkan berbagai sarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia 5-11 tahun, sembari menunggu proses izin penggunaan vaksin.

"Fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus disiapkan sebaik-baiknya di seluruh daerah. Karena sasaran vaksin untuk anak-anak, tentunya treatment juga harus disesuaikan," tutur Puan.

Mantan Menko PMK itu yakin jika vaksinasi kepada anak berjalan lancar, dunia pendidikan nasional akan kembali normal. Apalagi pemerintah mendorong satuan pendidikan di daerah dengan status PPKM level 1-3 untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Pembelajaran tatap muka untuk semua satuan pendidikan mutlak dilakukan agar anak-anak kita sebagai generasi penerus tidak kehilangan kualitas pendidikan," sebutnya.

"Jika seluruh anak usia sekolah sudah divaksin, pembelajaran bisa kembali dilakukan di sekolah seperti sebelum pandemi Covid-19 melanda," lanjut Puan.

Di sisi lain, Puan mendorong pemerintah agar mempercepat proses vaksinasi bagi kelompok remaja usia 12-17 tahun yang saat ini masih terus berjalan. Pihak sekolah dan orangtua murid pun diminta ikut aktif memastikan anak-anak remaja sesegera mungkin mendapat vaksin Covid-19.

"Meski begitu, saya mengingatkan vaksin bukan satu-satunya jaminan bagi anak-anak terbebas dari Corona. Orangtua dan guru-guru tetap harus memantau anak-anak agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan," tegas Puan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww