Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Raih Tokoh Parlemen Tangguh 2021, Syarief Hasan: Ini jadi Cambuk untuk Terus Berjuang Demi Rakyat

Raih Tokoh Parlemen Tangguh 2021, Syarief Hasan: Ini jadi Cambuk untuk Terus Berjuang Demi Rakyat
Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan dalam suatu kegiatan dengan sang isteri. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 30 Oktober 2021 14:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan menyampaikan apresiasi atas penghargaan sebagai 'Tokoh Parlemen Tangguh 2021' yang diberikan Tabloid Men's Obsession. Tabloid ini secara berkala merilis daftar tokoh publik yang dianggap memiliki komitmen dan integritas dalam isu kebangsaan strategis.

Berkaitan dengan Hari Parlemen di tahun 2021 ini, penghargaan diberikan kepada wakil rakyat yang tangguh memperjuangkan aspirasi rakyat di era pandemi. Apresiasi ini sejatinya menjadi cambuk bagi setiap pemimpin publik untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan rakyat.

"Penghargaan ini khususnya saya persembahkan bagi konstituen saya di daerah Cianjur dan Kota Bogor yang telah memberikan kepercayaan sebagai legislator di DPR RI. Tentu hal ini menjadi cambuk untuk terus berjuang menegakkan kepentingan rakyat dalam setiap pembahasan dan pengambilan kebijakan publik. Tidak lupa juga saya berterima kasih kepada Partai Demokrat yang telah memberikan ruang aktualisasi dan kreasi untuk memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia," ungkap politisi senior Partai Demokrat ini.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini, parlemen memiliki fungsi krusial dalam pengambilan kebijakan, terlebih dengan musibah covid-19 yang masih berkepanjangan. Pemerintah bersama-sama dengan DPR harus memastikan berbagai skema jaring pengaman sosial sebagai strategi mitigasi kemanusiaan dan perekonomian nasional. Covid-19 adalah bencana nasional yang telah membuat kita semua menderita, ada banyak korban jiwa, ekonomi melambat, kemiskinan meningkat.

"Saya seringkali menyatakan perlunya atensi khusus untuk bantuan kemanusiaan, insentif bagi tenaga kesehatan, serta keberpihakan bagi koperasi dan UMKM. Pandemi covid-19 memukul semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat ekonomi bawah. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah melalui serangkaian kebijakan afirmasi untuk memastikan kehidupan rakyat tetap berjalan dengan baik. Pemerintah juga harus memastikan prioritas terhadap hal-hal strategis kebangsaan sebagai fokus kebijakan," kata Syarief.

Lebih lanjut Syarief mengambil contoh diskursus terkait amandemen konstitusi. Menurutnya, membuka keran amandemen sama dengan membongkar kotak pandora. Perkara Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) perlu dimatangkan terlebih dahulu, tidak tergesa-gesa, sebab ini berkaitan dengan kedudukan dan fungsi lembaga-lembaga negara. Kedudukan MPR dan Presiden, misalnya, konstitusi pasca amandemen telah menempatkan kedudukannya setara, sama-sama sebagai lembaga tinggi negara. Apakah penempatan PPHN ini mengubah konfigurasi kedudukan kedua lembaga negara ini? Apakah juga PPHN ini memiliki daya ikat bagi presiden?

"Saya berpandangan amandemen konstitusi haruslah disikapi dengan hati-hati, cermat, mengambil perspektif yang holistik. Apalagi di tengah kesusahan rakyat sekarang, wacana amandemen tentu layak dipertanyakan urgensinya. Mungkin akan lebih baik jika pembahasan hal-hal krusial kebangsaan ini dibahas pada saat dan situasi yang tepat. Yang terpenting sekarang bagaimana memastikan pandemi dapat tertangani dengan baik, kesehatan publik kembali membaik, ekonomi negara bangkit, dan kehidupan rakyat pulih," tutup Syarief.***

wwwwww