Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Partai Baru PKN Bentukan Gede Pasek Tak Bikin Gentar Demokrat, Alasannya Karena Bukan 'Begal Partai'

Partai Baru PKN Bentukan Gede Pasek Tak Bikin Gentar Demokrat, Alasannya Karena Bukan Begal Partai
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. (Foto: Istimewa)
Minggu, 31 Oktober 2021 21:32 WIB

JAKARTA - Kemunculan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang dipimpin I Gede Pasek Suardika tidak membuat Partai Demokrat gentar. Sekalipun Gede Pasek menyebut banyak mantan kader Demokrat dan Hanura yang tertarik bergabung.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menegaskan bahwa kehadiran partai itu merupakan manifestasi dari hak politik yang sebagian dari mereka adalah mantan kader Demokrat. "Tak ada kekhawatiran sama sekali," tegasnya kepada wartawan, Minggu (31/10).

Bahkan menurutnya, apa yang dilakukan loyalis Anas Urbaningrum itu merupakan bentuk cara-cara yang kesatria. Di mana mereka tegas mendirikan partai baru sebagai wadah perjuangan.

"Pindah partai politik adalah pilihan cara yang sah dan legal ketika memilih berjuang dan mengabdi melalui jalan politik, apalagi mendirikan partai politik baru. Itu pilihan jalan yang terhormat," tegasnya.

Baginya, apa yang dilakukan Gede Pasek berbanding terbalik dengan yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko yang memilih jalan pintas "membegal" parpol lain. Yaitu dengan melakukan munaslub mengatasnamakan Partai Demokrat.

“KSP Moeldoko dan kaki tangannya memilih jalan pintas dengan cara-cara yang ilegal dan melawan hukum," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww