Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Voli

Beberkan Ancaman di Depan Mata, Gatot Nurmantyo Dukung Kebijakan Prabowo Bikim Komcad

Beberkan Ancaman di Depan Mata, Gatot Nurmantyo Dukung Kebijakan Prabowo Bikim Komcad
Ilustrasi Menhan Prabowo dan Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. (Foto: Istimewa)
Minggu, 31 Oktober 2021 21:40 WIB

JAKARTA - Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa ancaman di Laut Cina Selatan kini sudah berada di depan mata.

Oleh karena itu pula, Gatot Nurmantyo mendukung kebijakan Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto untuk membentum pasukan komponen cadangan (Komcad).

Gatot Nurmantyo meniai bahwa keputusan Prabowo itu sudah sesuai amanat Undang-Undang. "Karena memang kewajiban Departemen Pertahanan, berdasarkan Undang-Undang, adalah menyiapkan komponen cadangan," ujarnya dalam talk show kanal Youtube Akbar Faizal.

Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa rakyat ebenarnya memang punya hak dan kewajiban untk membela negara. "Nah, bela negara ini perlu dilatih. Maka, Departemen Pertahanan ini membuat program," jelasnya.

Bahkan, Gatot Nurmantyo menilai bahwa program itu seharusnya sudah sejak lama dibuat. Namun, lanjutnya pembentukan program itu tentunya tergantung kondisi ekonomi dan lain sebagainya. "Karena bagaimanapun juga harus ada kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Gatot Nurmantyo lalu menyinggung program Kementerian Pertahanan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) mencapai Rp1.760 triliun.

Ia mengatakan hal itu sudah sesuai dengan ancaman yang ada saat ini yang tengah dihadapi. "Jadi zaman dahulu (sebelum era Prabowo) mungkin ancaman belum terlihat. Sekarang jelas di depan mata, kan? Laut China Selatan," ucapnya.

Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam kondisi seperti ini, dirinya memberikan saran kepada pemerintah tentang ancaman yang paling mungkin akan hadapi dan langkah strategis yang harus dilakukan.

Selain itu, hal yang mungkin menjadi pertimbangan lain adalah kebutuhan pembaruan teknologi persenjataan mengingat saat ini perkembangan teknologi amat pesat. "Pak Prabowo berpikiran menyampaikan kepada Presiden dan pemerintah menerima ini," kata Gatot Nurmantyo.

"Saya justru senang kalau Departemen Pertahanan punya anggaran yang banyak," tambahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww