Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
17 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Voli

Sinyal Jokowi Pilih Andika Perkasa Sebagai Calon Panglima TNI Semakin Kuat

Sinyal Jokowi Pilih Andika Perkasa Sebagai Calon Panglima TNI Semakin Kuat
KSAD Jenderal Andika Perkasa ikut melepas keberangkatan Jokowi ke Eropa. (Foto: Istimewa)
Minggu, 31 Oktober 2021 19:24 WIB

JAKARTA - Sinyal Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa akan dipilih Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto semakin kuat. Di mana Marsekal Hadi akan memasuki pensiun pada awal bulan November.

Salah satu yang memperkuat sinyal tersebut, kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, adalah kehadiran Andika Perkasa mewakili Hadi Tjahjanto saat melepas Presiden Joko Widodo melakukan lawatan ke luar negeri. "Kelihatannya sinyal atau arah-arahnya ke sana," ujar Ujang, Minggu (31/10).

Kata Ujang, sebelumnya Mensesneg Pratikno yang merupakan orang kepercayaan Presiden Jokowi juga telah berkunjung ke kantor Andika. Baginya semua itu merupakan sinyal yang memperkuat kemungkinan istana mengarahkan pilihannya pada Andika Perkasa.

"Namun terlepas dari itu semua, semua tergantung pada Jokowi. Karena institusi yang memiliki kekuatan represif seperti Kepolisian dan TNI itu pucuk pimpinnannya haruslah orang dekat presiden,” katanya.

Ujang menambahkan panglima TNI haruslah orang yang dekat dengan presiden dan juga memiliki track record baik dalam satuannya. Termasuk memiliki prestasi gemilang. "Kalau bukan orang dekat presiden bisa bahaya. Seorang panglima juga mesti punya kualitas dan prestasi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww