Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Kriminal

Legislator dari Bali Surati Luhut, Minta Karantina Wisman Dihapus

Legislator dari Bali Surati Luhut, Minta Karantina Wisman Dihapus
Ilustrasi Wisman di Bali. (foto: ist./kemenparekraf ri)
Rabu, 03 November 2021 19:25 WIB
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta bersurat kepada Koordinator PPKM Jawa-Bali dalam hal ini Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan. Legislator daerah pemilihan (Dapil) Bali itu meminta karantina bagi wisatawan asing dihapuskan.

"Saya mengusulkan agar wisatawan mancanegara yang datang di Bali, setelah dilakukan tes PCR saat kedatangan dengan hasil negatif, tidak perlu dikarantina lagi (bebas karantina)," kata Parta dalam suratnya yang beredar di kalangan pewarta, Rabu (3/11/2021).

Parta mengatakan, permintaan tersebut aspirasi dari rakyat Indonesia di Bali dan para pelaku pariwisata di pulai dewata. Perekonomian di Bali sebagai destinasi wisata dunia, kata Parta, mengalami kontraksi sejak pandemi Covid-19 melanda.

"Mayoritas masyarakat Bali mengalami kesulitan ekonomi. Bali harus segera diselamatkan," kata Parta.

Parta mengungkapkan, beberapa negara tujuan wisata dunia seperti Thailand, Maldives, Dubai dan Negara lainnya telah memberlakukan ketentuan tanpa karantina.

"Semenjak Airport I Gusti Ngurah Rai dibuka untuk penerbangan internasional sampai saat ini belum ada konfirmasi akan kedatangan wisatawan manca negara, salah satu alasan yang menjadi kendalanya adalah adanya karantina kamar saat sampai di Bali," terang Parta dalam surat bernomor 058/INP/A-232/XI/2021 itu.

Tertera sebagai tembusan suratnya; Menteri Kesehatan Republik Indonesi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Kepala BNPB Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI sebagai laporan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww