Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
10 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
12 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Api Peparnas XVI Papua Dinyalakan Lewat Setangkai Kayu

Api Peparnas XVI Papua Dinyalakan Lewat Setangkai Kayu
Kepala Suku Yahui, Kampung Genyem, Lembah Grime, Distrik Nimboran, Yafit Yanse Maharga menyerahkan api Peparnas XVI. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 03 November 2021 21:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SENTANI - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI bakal digelar di Papua, 5-15 November 2021. Api Peparnas XVII sudah dinyalakan lewat prosesi adat di Kampung Genyem, Distrik Nimboran, Lembah Grime, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (2/11/2021).

Kepala Suku Yahui, Kampung Genyem, Lembah Grime, Distrik Nimboran, Yafit Yanse Maharga menggosokkan setangkai kayu berujung runcing ke wadah kayu yang diberi lubang. Di sekitar wadah ditebar beberapa jumput semak kering serta bilah-bilah besar kayu kelapa kering.

Selang 15 menit, memercik bunga api dan langsung menyambar semak-semak kering yang telah disiapkan. Api membubung dan dengan cepat ondoafi, sebutan untuk pemimpin adat masyarakat asli Sentani Lembah Grime itu mengambil seikat ranting kayu kering sebagai wadah sementara bagi api sebelum dipindahkan ke tongkat obor Peparnas.

"Kami serahkan api berkat Tuhan dari tanah damai untuk menerangi Indonesia dan dunia," kata Yafit kepada tokoh masyarakat Lembah Grime, Pendeta Albert.

Pendeta berusia 47 tahun itu kemudian menyerahkan tongkat obor kepada Ketua Harian Panitia Besar (PB) Peparnas 2021, Doren Warekwa. "Kita semua yang ada di sini akan menjadi saksi bahwa dari kampung ini terdapat sejarah diambilnya api untuk Peparnas 2021," kata Doren.

Sebagian nyala api disimpan dalam dua kotak khusus. Kemudian Ketua Harian PB Peparnas menyerahkan tongkat obor kepada atlet cabang atletik kursi roda Papua Kafier Kayage sebagai penanda dimulainya Kirab Api.

Kayage dikawal barisan pelari dari unsur TNI dan Polri. Mereka akan membawa api dari Genyem ke Kantor Bupati Jayapura di Doyo Baru untuk diinapkan. Perjalanan tersebut berjarak sekitar 80 kilometer melewati jalan beraspal mulus dan berliku di punggung perbukitan Nimbuk.

Perjalanan menuju Kantor Bupati Jayapura juga akan mengitari Danau Sentani sejauh sekitar 25 km. Beratnya medan perjalanan yang dilewati membuat para peserta Kirab Api diangkut menggunakan enam bus dan tiga truk.

Setelah diinapkan semalam, perjalanan Kirab Api akan dilanjutkan Kamis (3/11) dari Kantor Bupati Jayapura menuju Kantor Wali Kota Jayapura. ***

wwwwww