Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
8 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Prokes Ketat Tetap Diterapkan di Peparnas XVI Papua

Prokes Ketat Tetap Diterapkan di Peparnas XVI Papua
PB Peparnas XVII tetap menerapkan prokes ketat. (Dok. Kemenpora) pandemi Covid 19
Rabu, 03 November 2021 22:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAYAPURA - Panitia Besar Pekan Paralimpik Nasional (PB Peparnas) ke XVI Papua 2021 tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama pelaksanaan Peparnas XVI karena digelar pada masa pandemi Covid-19, 5-15 November 2021.

Hal tersebut dibuktikan dengan keluarnya sejumlah peraturan yang mesti ditaati guna menekan penyebaran virus corona, serta mewajibkan bagi panitia, relawan hingga atlet hingga offisial mendapatkan vaksinasi minimal dosis pertama.

Selain itu, Panitia Besar (PB) Peparnas XVI Papua 2021 menunjukkan keseriusannya menggelar pesta olahraga bagi atlet penyandang disabilitas di tengah pandemi ini dengan menyiapkan dua unit mobil PCR yang beroperasi secara mobile.

Ketua Harian PB Peparnas XVI Papua 2021, Doren Wakerkwa mengatakan mulai dari kedatangan di Bandara Sentani, kontingen akan dicek terlebih dulu kesehatannya, yakni dengan melakukan PCR dan pengecekan kesehatan lainnya, bagi yang mengalami masalah kesehatan akan dipisahkan yang diikuti penanganan medis selanjutnya.

"Semua kegiatan Peparnas XVI Papua 2021 ini harus melalui protokol kesehatan yang ketat dan diikuti oleh segenap insan yang terlibat dalam penyelenggaraan ini, sesuai arahan pemerintah daerah Papua dan pemerintah pusat," ucap Doren Wakerkwa, Rabu (3/11/2021).

"Dalam pesta olahraga bagi atlet penyandang disabilitas ini, kesehatan juga mutlak harus dijaga dan diwaspadai, sehingga semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan langkah-langkah yang diberikan," tambahnya yang juga menyebut jika bidang kesehatan telah membuat tim yang tersebar dimasing-masing hotel dan venue pertandingan.

Apa yang dilakukan oleh PB Peparnas XVI Papua 2021 sesuai dengan instruksi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sebelumnya yang sangat menekankan terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ia pun menyebut penekanan protokol kesehatan dan urusan pelayanan menjadi hal yang tak kalah penting dalam pelaksanaan Peparnas XVI Papua 2021, meski jumlah atlet dan ofisial lebih sedikit dibandingkan dengan penyelenggaraan PON Papua sebelumnya.

"Dipastikan semua harus sudah divaksin, sehingga tidak ada masalah untuk itu, tidak terjadinya klaster baru melalui ajang ini, meski jumlah partisipan lebih sedikit yang sekitar 3.500 orang dari ajang sebelumnya namun lebih sensitif, oleh karena itu perlu kualitas pelayanan yang lebih baik lagi dari penyelenggaraan PON," ucap Menpora Amali.

Peparnas XVI Papua itu sendiri akan dibuka pada 5 November mendatang dengan mempertandingkan 12 cabang olahraga, seperti angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, serta tenis meja. ***

wwwwww