Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
13 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Voli

Peparnas XVI Papua Target Sukses Regenerasi

Peparnas XVI Papua Target Sukses Regenerasi
Obor Api PON Peparnas XVI Papua 2021. (Dok. Kemenpora)
Rabu, 03 November 2021 22:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAYAPURA - Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua menjadi ajang pembuktian bagi atlet muda untuk menunjukkan kualitasnya. Prestasi yang ditorehkan diharap bisa mendorong Kontingen Indonesia meraih prestasi saat mengikuti kejuaraan internasional.

"Target Peparnas kali ini adalah, sukses regenerasi atlet penyandang disabilitas," kata Wakil Sekeretaris Jenderal (Wasekjen) National Paralympic Comitee Indonesia (NPCI) Rima Ferdianto di Jayapura, Rabu (3/11).

Menurut Rima, Peparnas edisi Papua ini merupakan ajang yang tepat untuk mencari atlet potensial. Selain itu, Peparnas juga sebagai upaya dalam menyukseskan regenerasi atlet penyandang disabilitas di Tanah Air. Sebab, banyak atlet muda diprediksi akan bermunculan dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada dua pekan ke depan.

Pesta olahraga bagi disabilitas ini, lanjut dia, lebih fokus kepada daerah yang telah melakukan pembinaan olahraga secara optimal kepada atlet. Keseriusan pemerintah daerah dalam membina olahraga didaerahnya akan terlihat jelas dalam Peparnas kali ini.

"Kita bikin ada kategori nasional dan elit. Elit itu adalah atlet yang pernah juara dalam pertandingan internasional. Kategori atlet nasional adalah semua yang sudah punya pengalaman ikut event internasional," kata Rima.

Sistem pertandingan yang diatur dalam pertandingan nantinya sangat mendukung terjadinya regenerasi. Atlet yang masuk dalam kategori elit hanya diperbolehkan turun pada satu nomor cabor pertandingan.

Sementara itu, bagi atlet yang masuk dalam kategori nasional dapat mengikuti nomor pertandingan melebihi dua kali. Adanya hal tersebut tentu akan membuka peluang banyak atlet disabilitas untuk berkembang lebih baik lagi. Selain itu, diharapkan meningkatkan kualitas atlet itu sendiri.

“Dengan sistem pertandingan ini membuat pembinaan atet menjadi kunci utama dalam menjuarai ajang Peparnas. Kemudian, hal ini juga mendorong percepatan regenerasi atlet penyandang disabilitas. Kita ingin atlet disabilitas yang memiliki bakat dapat mengasah kemampuannya dalam ajang bergengsi ini. Yang jelas kita mendorong agar regenerasi cepat tumbuh pada setiap cabor," pungkas Rima. ***

wwwwww