Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Utak-atik Pilpres 2024, SMRC: Klaster Ketum Parpol Kemungkinan Prabowo Versus AHY

Utak-atik Pilpres 2024, SMRC: Klaster Ketum Parpol Kemungkinan Prabowo Versus AHY
Prabowo dan AHY saat Kampanye Pilpres 2019. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 06 November 2021 13:15 WIB
JAKARTA - Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menempati posisi tertinggi dari para ketua umum partai politik (Ketum Parpol) lain.

"Kalau melihat hasil survei, sementara ini Prabowo paling atas. Diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sementara Puan, Airlangga, dan Muhaimin jauh di bawah kedua nama itu," kata Direktur Eksekutif SMRC, Saiful Mujani, Sabtu (6/11).

Saiful lantas mencoba membandingkan kemungkinan peluang antara Prabowo dan AHY. Ia memetakan parpol-parpol yang berpotensi merapat ke Prabowo maupun AHY.

"Atas dasar bacaan terhadap elite partai, PDIP sudah hampir dipastikan tidak ke AHY. Nasdem kemungkinan tidak ke Prabowo. PDIP dan Nasdem mungkin tak bersama-sama lagi," tuturnya.

Terkait kemungkinan Nasdem bakal merapat ke AHY, bisa saja terjadi. Sebab, kata dia, Nasdem sulit untuk bergabung dengan Gerindra. Sedangkan partai lain seperti Golkar, bisa saja merapat ke Prabowo ataupun AHY, apabila pilihannya kedua ketum itu menjadi rival di Pilpres 2024.

"Golkar bisa dengan Prabowo maupun AHY, tergantung Airlangga dapat posisi nomor 1, 2 atau siapa peluang lebih baik untuk menang," urainya.

Sementara, kandidat cawapres yang akan mendampingi Prabowo diprediksi Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Sedangkan yang kemungkinan mendampingi AHY bisa saja Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

"Prabowo atau AHY? Kalau Puan berpasangan dengan Prabowo, maka Golkar mungkin tak ke Prabowo. Bila kans AHY baik, Airlangga bisa sama AHY," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww