Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
24 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pertamina Diminta Segera Tingkatkan 'Lifting' Migas Blok Rokan

Pertamina Diminta Segera Tingkatkan Lifting Migas Blok Rokan
Ilustrasi pengeboran minyak Blok Rokan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 09 November 2021 16:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mensyukuri capaian PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 2,7 triliun dari bagi hasil penjualan minyak dan pajak pada bulan ini.

Namun, kata Mulyanto, Pertamina jangan cepat berpuas diri, karena nilai pemasukan tersebut masih di bawah target yang ditetapkan. Mulyanto minta PHR terus mengembangkan inovasi, agar hasil eksploitasi di Blok Rokan itu bisa meningkat. Sehingga pendapatan negara bisa bertambah.

"Secara umum sumbangan kepada negara itu ada dua jenis. Pertama dari dana bagi hasil minyak. Kedua dari pajak. Besarnya kontribusi bagi negara tersebut sangat bergantung pada produksi minyak atau lifting pada wilayah kerja tersebut. Semakin tinggi lifting, setelah dikurangi biaya (cost recovery), maka akan semakin besar bagian untuk negara," jelas Mulyanto, Selasa (09/11/2021) di Jakarta.

Untuk mengejar target lifting, Mulyanto mendorong PHR untuk melakukan pengeboran baru dan menerapkan teknik enhanced oil recovery (EOR).

Menurutnya PHR tidak bisa hanya mengandalkan produksi dari sumur lama, yang usianya sudah tua. Jika PHR ingin merealisasikan target lifting, maka pilihannya harus membuat sumur baru dan menerapkan teknologi baru yang lebih efisien.

Selama hal ini tidak dikerjakan, maka Mulyanto pesimistis produksi minyak PHR dapat sesuai target. "Data lifting minyak di Blok Rokan ini terus turun. September 2021 dilaporkan lifting minyak Blok Rokan hanya sebesar 158.000 barel perhari (BPH). Padahal target yang ditetapkan sebesar 165.000 BPH. Besaran target ini pun masih lebih kecil dibandingkan target tahun sebelumnya. Sementara itu sekarang sudah masuk bulan November. Artinya PHR hanya punya sisa waktu sebulan untuk mengejar target yang ditetapkan itu" kata Mulyanto.

Mulyanto memperkirakan hingga akhir tahun 2021 target lifting Blok Rokan tidak tercapai. Karena itu Mulyanto minta PHR segera menyusun rencana kerja yang lebih komprehensif dan matang, agar pencapaian target di tahun mendatang bisa optimal. "Kita mensyukuri proses alih kelola dapat berjalan. Namun kinerja harus terus ditingkatkan, sehingga pendapatan negara dapat dicapai sesuai target. PHR harus terus bekerja keras dan smart," pinta Mulyanto.***

wwwwww