Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mengisi Kemerdekaan, Rerie Ajak Perjuangan KH Hasyim Asy'ari Dijadikan Teladan Anak Bangsa

Mengisi Kemerdekaan, Rerie Ajak Perjuangan KH Hasyim Asyari Dijadikan Teladan Anak Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (foto: Istimewa)
Rabu, 10 November 2021 17:50 WIB
JAKARTA - Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari bukan sekadar bangunan, tetapi juga menghadirkan marwah, cita-cita dan sejarah perjuangan yang bisa dijadikan panduan bagi anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat memberi sambutan dalam launching pengoperasian Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy'ari di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (10/11).

"Sejarah Pesantren Tebu Ireng yang diasuh oleh K.H. Hasyim Asy'ari memberi arti perjuangan, khususnya di kalangan umat Islam, bahwa Islam itu adalah agama yang damai dan menjunjung nilai-nilai kebinekaan," katanya.

Nilai-nilai kebinekaan yang diajarkan dan diperjuangkan oleh K.H. Hasyim Asy'ari, menurut Lestari, harus diteruskan dan diamalkan oleh generasi penerus bangsa. KH. Hasyim Asy'ari, ungkap Rerie, sapaan akrab Lestari, menempatkan perjuangan kemerdekaan menjadi perjuangan bersama seluruh elemen bangsa, dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi rumah kita bersama. "Langkah KH. Hasyim Asy'ari ini harus menjadi teladan bagi kita sebagai anak bangsa," tegas Rerie.

Apalagi, jelasnya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis multidimensi, yang salah satunya berupa ancaman disintegrasi yang disebabkan masuknya paham-paham yang mengikis persatuan dan kebinekaan bangsa. "Saya yakin dari Pondok Pesantren Tebu Ireng ini akan terus muncul semangat untuk memperkuat nilai-nilai kebinekaan dan persatuan bangsa kita," tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH. Abdul Halim Mahfudz mengungkapkan Museum Islam Indonesia dibuka untuk mengangkat perjuangan KH. Hasyim Asy'ari dan umat Islam pada umumnya, dalam rangkaian Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. "Banyak yang belum memahami sejarah munculnya Resolusi Jihad yang digagas KH Hasyim Asy'ari," ujarnya.

Aksi resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 dimulai dari seruan KH Hasyim Asy'ari kepada para santri dan ulama pondok pesantren dari berbagi penjuru Indonesia. Instruksi tersebut berisi untuk membulatkan tekad dalam melakukan jihad membela tanah air.

KH Hasyim Asy'ari menyebut aksi melawan penjajah hukumnya fardhu 'ain. Melalui semangat resolusi jihad tersebut para laskar ulama-santri mempunyai semangat yang sama dalam mengusir tentara sekutu yang ingin merebut kemerdekaan.

Semangat resolusi jihad itu jugalah yang kemudian ikut mendorong para pemuda pada 10 November 1945 memberi perlawanan terhadap pendudukan kembali Belanda yang tergabung dalam NICA, di Surabaya.

Kehadiran Museum Islam Indonesia ini, ujar KH. Abdul Halim, antara lain sekaligus sebagai salah satu sarana untuk meluruskan sejarah, karena masih banyak pemahaman masyarakat yang berbeda-beda terhadap munculnya resolusi jihad tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww