Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
7 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

PSI: Masyarakat Harus Lebih Terlibat dalam Penanganan Sampah

PSI: Masyarakat Harus Lebih Terlibat dalam Penanganan Sampah
Ilustrasi sampah. (foto: ist.)
Kamis, 11 November 2021 14:06 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan dalam suatu pernyataan di yang diterima Jakarta, Kamis (11/11/2021), mendorong agar anggaran kegiatan pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dapat dibuat lebih besar.

Sebelumnya, terang August, Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa terdapat anggaran terkait dengan Pengembangan serta Pendampingan Bank Sampah senilai Rp1,1 miliar, dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dengan Pengembangan Biokonversi Maggot (BSF) senilai Rp182 juta.

"Sampah di DKI Jakarta 37 % berasal dari rumah tangga. Kegiatan pengelolaan sampah dari hulu harus jadi perhatian Pemprov untuk menghadapi darurat sampah," terang August.

August mengkritik anggaran untuk peran serta masyarakat ini terlihat sangat kecil dibandingkan dengan besaran anggaran pengelolaan sampah menggunakan teknologi, seperti FPSA (Rp 285 miliar) dan RDF Plant (Rp 299,8 miliar).

"Jangan hanya fokus pengelolaan sampah di akhir, tapi juga di awal. Akan lebih baik jika masyarakat bisa terlibat dan merasakan dampak langsung dari bank sampah dan biokonversi maggot. Selain bisa mengurangi sampah, perekonomian juga bisa bergerak," ujarnya.

August berharap dengan penambahan anggaran untuk kegiatan pengelolaan sampah oleh masyarakat partisipasi semakin luas dan pengurangan sampah dapat tercapai.

"Peran masyarakat merupakan kunci dalam mengelola sampah. Semoga Pemprov DKI Jakarta segera menyadari hal ini," tutup August.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww