Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
23 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
17 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
17 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Nasional

Golkar soal Jadwal Pemilu, Tak Cukup Ditentukan oleh Satu atau Dua Institusi

Golkar soal Jadwal Pemilu, Tak Cukup Ditentukan oleh Satu atau Dua Institusi
Ilustrasi. (gambar: ist./rmol bengkulu)
Sabtu, 13 November 2021 20:17 WIB
JAKARTA - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ahmad Doli Kurnia dalam suatu pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu (13/11/2021) menyatakan, jadwal Pemilu 2024 tak cukup ditentukan oleh satu atau dua institusi saja. Pasalnya, pandemi mungkin masih melanda pada 2024.

"Jadi karena situasinya ini tidak seperti biasa, tidak normal seperti biasa, maka ndak cukup itu ditentukan oleh satu atau dua institusi saja," kata Doli dikutip GoNEWS.co dari kompas.com.

Penetapan jadwal Pemilu 2024, menurut Doli, tak sesederhana mendorong KPU untuk segera membuat ketetapan. Diketahui, berdasarkan UU, KPU berwenang menetapkan jadwal Pemilu.

"Jadi enggak sesederhana itu-kita dorong KPU. Apalagi Komisioner KPU ini kan nanti juga akan berakhir jabatannya. Jadi saya lihat bahwa memang masih butuh waktu," kata Doli.

Merujuk pada penyelenggaraan Pilkada 2020, tanggal pelaksananya juga melalui pertimbangan KPU, pemerintah dan DPR.

"Nah, tradisi itu yang mau kita bawa, karena 2024 itu juga bahkan lebih berat dari 2020," imbuh Doli.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kompas.com
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww