Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Hindari Kasus LADI, Okto Dorong PB/PP Aktif

Hindari Kasus LADI, Okto Dorong PB/PP Aktif
Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Sabtu, 13 November 2021 19:19 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mendesak pengurus federasi olahraga nasional (PP/PB) dapat aktif di organisasi regional, kontinental, hingga dunia. Hal ini sangat penting dalam upaya mengedepankan kepentingan Indonesia, sehingga kejadian seperti dialami Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) tidak terjadi.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, mengatakan sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap LADI tidak terjadi apabila Indonesia punya perwakilan yang terlibat aktif di organisasi regional, kontinental, dan internasional. Diinformasikan sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA merilis tiga tantangan yang perlu diselesaikan untuk penangguhan status LADI, yakni komunikasi, administrasi, dan teknis.

“Sejak dulu saya selalu katakan, pengurus federasi nasional aktif melebarkan sayap, entah di organisasi regional, kontinental, atau dunia, sehingga gak cuma ‘jago kandang’, tapi kita punya positioning. Dengan adanya perwakilan, kita gak sekadar menjadi pengikuti tetapi kita bisa menjadi regulator yang pada akhirnya mampu menyuarakan kepentingan Indonesia,” ujar Okto, Jumat (12/11).

Dengan adanya kejadian yang dialami LADI, lelaki yang ditugaskan memimpin Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA ini berharap pengurus federasi olahraga nasional di Indonesia dapat lebih sadar pentingnya memiliki posisi di organisasi regional, kontinental, dan internasional.

Itu, tambah Okto, bukan sekadar gengsi semata, tetapi juga akan mendapat banyak keuntungan, baik kesempatan menjadi tuan rumah ajang regional, kontinental, hingga kesempatan untuk mendapat kuota beasiswa training camp (TC) dan try-out (TO) bagi atlet-atlet Indonesia.

“Saya tekankan sekali lagi, NOC Indonesia mendorong para pengurus olahraga nasional untuk menempatkan perwakilan di organisasi regional, kontinental, atau dunia. Sebab, bukan cuma suara kita saja yang didengar, tetapi akan banyak sekali yang bisa kita dapat sehingga prestasi olahraga Indonesia bisa lebih terangkat,” terang Okto.

NOC Indonesia gencar melakukan diplomasi olahraga melalui Indonesia Olympic Champions Program sejak September 2021. Ini adalah program jemput bola yang dilakukan NOC Indonesia ke Federasi Olahraga Internasional untuk peningkatan prestasi olahraga Indonesia, baik atlet hingga pengurus.

Program yang dirancang untuk membantu realisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) milik pemerintah ini telah melahirkan kesepakatan yang menguntungkan. Di antaranya beasiswa pelatihan untuk empat atlet judo Indonesia hingga masuknnya wakil Indonesia Tommy Hermawan Lo di jajaran dewan Federasi Esports Internasional (IESF). ***

wwwwww