Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  PON

DPR Terima Buku Puisi Nissa Rengganis

DPR Terima Buku Puisi Nissa Rengganis
Pengarya 'Suara dari Pengungsian' Nissa Rengganis (kiri) saat menyerahkan bukunya kepada Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon, Minggu, 14 November 2021. (foto: ist.)
Selasa, 16 November 2021 11:56 WIB
JAKARTA - Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon, menerima buku puisi 'Suara dari Pengungsian' karya Nissa Rengganis pada Minggu (14/11/2921) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Buku puisi 'Suara dari Pengungsian' adalah upaya kecil penulis untuk mengetuk hati nurani kita sebagai manusia serta menyuarakan penderitaan yang setiap hari telanjang di hadapan kita. Setidaknya untuk diri sendiri," kata Nissa kepada wartawan sebagaimana dikutip, Selasa (16/11/2021).

Selain membicarakan soal pengungsi, melalui buku ini Nissa juga menyuguhkan puisi dalam bentuk satir kepada negara. Ia bertanya sekaligus menggugat sejauh mana negara punya kepedulian pada para pengungsi. Seperti lewat puisinya berjudul 'Atas Nama Negara'.

Atas Nama Negara

Kematian hanya angka-angka di Sidang Paripurna

Berita kelaparan berebut iklan di koran, tergusur baliho politisi yang senyumnya masam

Slogan-slogan menyambut kemiskinan:'Selamat datang. Jangan lupa makan siang, negara butuh laporan'.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww