Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021

Ana/Tiwi Tak Kuasa Tahan Serangan Duet Korsel

Ana/Tiwi Tak Kuasa Tahan Serangan Duet Korsel
Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. (Dok. PP PBSI)
Rabu, 17 November 2021 11:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA - Pasangan ganda putri tuan rumah, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi gagal melangkah ke babak selanjutnya. Pasangan pelapis di Pelatnas Cipayung ini tak kuasa menahan serangan dan tekanan duet Korea Selatan (Korsel), Baek Ha Na/Lee Yu Rim di babak pertama Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021.

Pasangan asal Negeri Ginseng itu perlu waktu 77 menit untuk mengandaskan perlawanan duet Ana/Tiwi dengan skor 21-18, 21-15 di lapangan tiga Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (17/11/2021).

"Strategi permainan sebenarnya sudah dijalankan, tetapi mereka bermain reli panjang dan kami justru jadi sulit mendapatkan poin," kata Tiwi, sapaan akrab Pratiwi usai bermain.

Dia mengatakan, kelebihan pasangan Korea itu adalah cukup padu dalam bermain. Mereka begitu solid. Baek/Lee juga nyaris tidak membuat kesalahan dalam pertandingan tersebut.

Sedangkan Ana mengatakan, bermain reli justru menguras stamina. Pola permainan yang dijalankan sudah benar, tetapi kondisi fisik keduanya kurang mendukung dan jadi kendala.

"Mereka lebih tahan bermain reli, kemudian defense juga bagus. Jadi menyerang pun mudah ditahan. Fisik kami perlu ditingkatkan," ujar Ana, sapaan karib Febriana.

"Dibilang kecewa sudah pasti. Sebab sudah bermain lama malah kalah. Kedepannya, kondisi fisik harus diperbaiki agar siap bermain reli dan melakukan defense lebih solid," imbuh Tiwi.

"Kami harus siap main capek dengan memperbaiki performa dan meningkatkan stamina untuk turnamen berikutnya," tambah Ana. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww