Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021

Candra Wijaya Ungkap Kegagalan Putranya

Candra Wijaya Ungkap Kegagalan Putranya
Legenda hidup bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya. (Dok. PP PBSI)
Rabu, 17 November 2021 13:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA - Tak ada yang menduga legenda hidup bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya hadir di Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama Tony Gunawan ini datang mendukung putranya bertanding.

Tak hanya mendukung dari pinggir lapangan, Candra malah sekaligus menjadi pelatih bagi putranya, Gabriel Christopher Wintan Wijaya. Wintan tampil bersama Galuh Dwi Putra di nomor ganda putra yang mentas di Bali International Convention Centre & The Westin Resort, Rabu (17/11) siang.

Saat rehat interval gim atau pergantian gim, Candra terus memberikan coaching kepada Wintan/Galuh. Dia memberi petunjuk kepada anak didiknya saat bertarung melawan pasangan sesama non pelatnas, Panjer Aji Siloka Dadiara/Bryan Sidney Elohim di babak pertama turnamen berhadiah total 600 ribu dolar AS itu.

"Saya datang untuk memberikan dukungan dan sekaligus coaching untuk Wintan dan Galuh langsung dari pinggir lapangan," ujar Candra.

Menurut Candra, kegagalan Wintan/Galuh dari pasangan Dadiara/Elohim dengan skor 18-21, 21-16, 10-21 di babak pertama turnamen itu lebih banyak karena stamina dan kebugaran anak didiknya belum pulih.

Maklum, Wintan/Galuh baru kembali ke Tanah Air usai mengikuti tiga turnamen di Eropa, yaitu
Czech Open, Dutch Open, dan Belgia Open. Selain itu, mereka juga wajib menjalani proses karantina panjang yang membuat kehilangan kesempatan berlatih.

"Meski kalah, saya kira tetap ada nilai positifnya. Wintan dan Galuh bisa bertanding dan menambah jam terbang pengalaman di saat pandemi," tutur Candra. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww