Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
24 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Hendrik Lewerissa: Ada Aroma Tak Sehat di Balik Kebakaran Kilang Cilacap

Hendrik Lewerissa: Ada Aroma Tak Sehat di Balik Kebakaran Kilang Cilacap
Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrik Lewerissa. (Foto: Istimewa)
Rabu, 17 November 2021 16:48 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Kalangan dewan meminta pihak berwenang, dalam hal ini Aparat Kepolisian untuk terbuka dalam menyampaikan hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran kilang minyak milik Pertamina di Cilacap.

Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrik Lewerissa mengatakan, transparansi kepada publik sangat dibutuhkan untuk mencegah spekulasi yang simpang siur terkait penyebab kebakaran tersebut.

"Jika benar penyebab kebakaran adalah karena tindakan sengaja dari manusia maka harus diusut apa motivasi pelakunya? Apakah pelaku bertindak seorang diri ataukah ada aktor intelektual dibalik itu? Dan kepada pelaku harus diproses hukum dan dikenakan sanki hukum yang maksimal," terang dia kepada wartawan, Rabu (17/11/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara aparat kepolisian diketahui bahwa penyebab kebakaran tersebut adalah sambaran petir. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy juga menjelaskan, pihaknya dibantu Tim Gabungan Mabes Polri dan Polres Cilacap telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi internal maupun eksternal untuk kelengkapan dokumen pendukung. Termasuk di antaranya petugas lead electrical enginering atau petugas rekayasa kelistrikan.

Kembali ke Hendrik Lewerissa. Kata dia, apabila dari hasil penyelidikan didapatkan ada unsur kelalaian manusia, maka harus diberlakukan hukuman maksimal. Mengapa demikian? Karena tangki atau kilang minyak adalah aset strategis nasional yang terkait langsung dengan kepentingan umum dan menyangkut hajat hidup orang banyak. "Beri sanksi yang maksimal agar ada efek jera (deterent effect)," terang Legislator Dapil Maluku ini.

Di sisi lain, Hendrik Lewerissa juga meminta dilakukan audit teknis menyeluruh atas fasilitas dan aset-aset milik Pertamina. Juga melakukan evaluasi atas seluruh jajaran manajemen baik di kantor pusat Jakarta, maupun Cilacap.

"Saya mencium ada aroma tidak sehat ini, masa tahun ini saja sudah 3 kali terjadi kebakaran. Dimana fungsi manajemen resiko? Kalau karena alasan teknis, mestinya, dengan resiko yang baik maka kecelakaan karena alasan teknis dapat dihindari,” terang Legislator Dapil Maluku ini.

Hendrik Lewerissa juga menekankan, harus ada sanksi korporasi kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan atas pengelolaan dan perawatan tangki-tangki Pertamina tersebut. "Jangan sampai tidak ada sanksi, enak benar itu. Kalau karena kelalaian (neglegence) ya dicopot, didemosi atau bila perlu diberhentikan agar kedepannya Pertamina tidak diisi oleh orang-orang yang punya resiko moral yang tinggi,” demikian Ketua DPD Gerindra Maluku ini.

Sepanjang 2021 atau tak sampai setahun, kilang-kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) mengalami kebakaran sebanyak tiga kali.

Kejadian terakhir terbakarnya kilang minyak milik Pertamina terjadi pada Sabtu (13/11), yaitu kebakaran di Refinery Unit (RU) IV Cilacap Tangki 36T-102 milik Pertamina, yang berisi komponen Pertalite sebanyak 31.000 kiloliter, di Lomanis, Cilacap Tengah.

Pada lima bulan sebelumnya atau tepatnya Jumat (11/6), kebakaran juga terjadi di kilang Cilacap, yaitu area pertangkian 39 Pertamina RU IV Cilacap pukul 19.45 WIB, di bundwill tangki 39T-205.

Sebelumnya lagi, yaitu pada Senin (29/3), kebakaran juga terjadi di kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada pukul 00.45 WIB dini hari. Kebakaran yang melanda kilang di Balongan cukup besar sehingga proses pemadaman memakan waktu sampai 2 hari.***

wwwwww