Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bamsoet Ajak Generasi Milineal Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI Melalui Media Sosial

Bamsoet Ajak Generasi Milineal Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI Melalui Media Sosial
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 19 November 2021 10:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak generasi milenial terlibat dalam 'Ajang Karya Video 4 Pilar MPR RI' yang diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan Jawa Pos Multimedia TV Network (JPM Network), jaringan televisi terbesar di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi dan memiliki 36 televisi lokal. Periode pelaksanaan hingga Desember 2021, dengan target seribu peserta SMA, SMK, sederajat, yang akan menghasilkan 1 juta viewer. Berbagai video terpilih yang dihasilkan para peserta tersebut juga akan ditayangkan dalam berbagai saluran tv lokal dibawah naungan JPM Network.

"Kegiatan ini merupakan cara kreatif MPR RI melakukan vaksinasi ideologi, khususnya bagi generasi milenial yang sangat terhubung dengan dunia digital. Para peserta bisa mengikuti kompetisi ini dengan cara mengupload video bermuatan pesan Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Video tersebut bisa di upload ke Youtube dengan durasi maksimal 10 menit, ke instagram dengan durasi maksimal 2 menit, dan TikTok dengan durasi maksimal 60 detik," ujar Bamsoet dalam Webinar 'Ajang Karya Video Empat Pilar MPR RI', secara virtual di Jakarta, Jumat (19/11/21).

Turut hadir Sutradara dan Seniman Yudha Wibisono. Hadir pula secara virtual ratusan siswa/i dari berbagai SMK/SMA, antara lain SMKN 7 Pontianak Kalimantan Barat, SMKN 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, SMA dan SMK Ngurah Rai Bali, SMK Kartini Batam, SMKN 7 Batam, SMA Kartini Batam, SMAN 3 Batam, serta SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, sebagai langkah mensosialisasikan 'Ajang Karya Video 4 Pilar MPR RI', MPR RI melalui Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI bersama JPM Network telah melakukan sosialisasi ke berbagai siswa SMA/SMK/sederajat. Tercatat hingga hari ini sudah ada 3 ribu lebih siswa yang terlibat dalam sosialisasi, dari Bali, Bandung hingga berbagai daerah lainnya.

"MPR tidak akan mampu bekerja sendirian secara efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas sosialisasi Empat Pilar MPR RI, tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan. Ajang ini juga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan energi dan potensi generasi muda, membangun kreativitas, mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi diri melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, melalui ajang tersebut, MPR RI juga mengajak generasi milenial agar sehat dan bijaksana menggunakan media sosial. Tidak terjebak dalam lingkaran penyebaran, apalagi memproduksi hoax. Termasuk meminimalisir sisi gelap kecanduan media sosial, yang membuat generasi muda lebih banyak menghabiskan waktunya di kamar. Terlalu asyik dengan dunianya sendiri, dan bersikap abai terhadap lingkungan sekitar dan anti-sosial.

"Dampak yang paling membahayakan adalah dekadensi moral generasi muda bangsa. Internet banyak menawarkan informasi yang begitu mudah diakses, namun penting kita sadari bahwa sebagian dari informasi tersebut dapat berpengaruh buruk pada mentalitas dan moralitas kita. Misalnya konten pornografi, aksi vandalisme, dan paham radikalisme," terang Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, berdasarkan catatan Badan Intelijen Negara (BIN), pemuda dan remaja yang berusia 17 sampai dengan 24 tahun adalah kelompok usia yang menjadi target utama penyebaran paham radikalisme. Karena pada rentang usia tersebut, mereka adalah sumber daya yang penuh semangat menggelora, namun masih dalam proses pencarian jati diri.

"Terlebih saat ini masih ada sebagian generasi muda yang bersikap antipati terhadap narasi wawasan kebangsaan. Survei CSIS mencatat ada sekitar 10 persen generasi milenial yang setuju mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Sementara survey Komunitas Pancasila Muda yang dilakukan pada akhir Mei 2020 mencatat 19,5 persen responden kaum milenial merasa tidak yakin bahwa nilai-nilai Pancasila penting atau relevan dalam kehidupan mereka," pungkas Bamsoet.***

wwwwww