Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Kata Istana soal Pembangunan Papua dengan Kerangka Adat

Kata Istana soal Pembangunan Papua dengan Kerangka Adat
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dr. Theo Litaay (kelima kiri) saat menerima audiensi Bappeda Papua dan perwakilan Sekda Papua di Jakarta, Rabu, 17 November 2021. (foto: ist./ksp)
Selasa, 23 November 2021 10:35 WIB
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama (TAU) Kantor Staf Presiden (KSP) Theo Litaay mengungkapkan, perlu pendampingan pusat kepada daerah agar pembangunan di Papua bisa diakselerasi dan sejalan dengan kerangka adat. Hal tersebut Ia sampaikan saat memimpin audiensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua, Rabu lalu di Jakarta.

"Pendampingan seperti capacity building oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dan Lembaga Daerah harus dilakukan. Pendampingan ini memiliki tujuan agar program yang dirancang mengikuti konteks lokal dan adat di Papua," kata Theo dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi yang diterima Selasa (22/11/2021).

Turut hadir dalam audiensi Rabu, pekan lalu itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Mohammad Musaad. Dalam kesempatan itu Mussad menuturkan bahwa Papua telah dipetakan menjadi 5 wilayah adat yakni Saereri, Mamta, Anim Ha, Mee Pago dan La Pago. Dengan pemetaan tersebut, perencanaan program pembangunan Papua diharap menjadi lebih efektif.

"Setiap wilayah adat memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga program pembangunan harus disesuaikan dengan sistem sosio-kultural yang ada," kata Mussad.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta, Papua
wwwwww