Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Agar UMKM Naik Kelas di Era Digital, Ini Inovasi dari Edi Witjara

Agar UMKM Naik Kelas di Era Digital, Ini Inovasi dari Edi Witjara
Webinar peluncuran aplikasi mySooltan, Senin (29/11/2021). (ist)
Senin, 29 November 2021 13:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara menginginkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia mampu bersaing di era digital seperti sekarang.

Pasalnya, sebanyak 65% GDP Indonesia ditopang oleh UMKM. Untuk itu sebuah aplikasi mySooltan besutan Telkom diluncurkan.

"mySooltan muncul karena keinginan untuk bapak dan ibu UMKM untuk naik kelas (dalam arti) menjadi Sultan. mySooltan membawa UMKM untuk naik kelas, ke kelas Enterprise," papar Edi dalam rilis acara webinar peluncuran aplikasi mySooltan, Senin (29/11/2021).

Acara ini juga dihadiri pimpinan Telkom, pakar UMKM Subiakto Priosoedarsono dan Kris Moewarto, Sahabat dari komunitas Masata, Lombok womenpreneur, Agroindo Jaya Sejahtera.

Edi menerangkan, penamaan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh jargon terkenal di masyarakat bahwa "Sultan mah bebas". Dengan jargon tersebut, para pelaku UMKM akan ingat dengan aplikasi mySooltan sehingga dapat menjadi partner UMKM ke depannya.

Menurutnya, dengan adanya aplikasi ini diharapkan mampu menjawab tiga tantangan UMKM ke depan. Tantangan yang dimaksud, katanya, adalah ATo3C; Acces to competence atau menambah daya saing dengan sistem diferensial antar UMKM, Acces to commerce atau package pemasaran agar terlihat menarik dan elegan untuk dipasarkan ke masyarakat.

"Dan Acces to Capital yaitu teratur dalam mengembangkan bisnis UMKM, untuk mengembangkan hingga level perusahan besar," paparnya.

Edi menambahkan, dengan konsep Growing Together, Telkom mendukung UMKM agar tumbuh dan berkembang memperluas akses pasar & efisien operasi melalui transformasi digital.

"Manfaat aplikasi ini adalah sebagai digital touch point dalam membantu UMKM merapihkan pembukuan keuangan, memberikan leverage berupa modal, meringankan operasional dan membantu akses pemasaran produk ke pasar," pungkasnya.***

wwwwww