Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pending Matters LADI Hampir Tuntas, Gugus Tugas Segera Temui WADA

Pending Matters LADI Hampir Tuntas, Gugus Tugas Segera Temui WADA
Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Rabu, 01 Desember 2021 00:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kerja keras Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) telah menunjukkan hasil. Setelah mendorong Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) menyelesaikan pending matters, Gugus Tugas yang diketuai Raja Sapta Oktohari berencana melakukan diplomasi lanjutan dengan WADA di Lausanne, Swiss.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, menjelaskan hasil pertemuan virtual Gugus Tugas dengan LADI, Regional Anti-Doping Organisasi Asia Tenggara (SEARADO), dan WADA pada Selasa (30/11) berjalan lancar.

“Hasil rapat sangat positif. Hampir semua syarat yang diberikan WADA telah dipenuhi LADI. Selanjutnya, WADA menunggu Gugus Tugas serta LADI untuk melaporkan dan menyampaikan langsung di Swiss pada 8 Desember. Momen ini kami gunakan untuk menggencarkan diplomasi, tetapi bukan lobi-lobi. Ini semua kami lakukan sebagai langkah akselerasi proses pencabutan sanksi WADA,” ujar Okto, Selasa (30/11).

Syarat yang sudah diselesaikan LADI, dikatakan Okto, menyangkut susunan pengurus penuh waktu (full time) di LADI hingga test distribution plan (TDP) yang meliputi in competition test (ICT) dan out of competition test (OCT).

Okto menjelaskan ada hal yang belum terselesaikan yakni menyangkut undang-undang dan pengelolaan anggaran secara independen. Namun, ia meyakini hal ini dapat segera teratasi karena ada komitmen pemerintah.

“Pemerintah bersama Komisi X DPR RI sudah memberi komitmen agar peraturan terkait anti-doping di Indonesia ini bisa inline dan complied dengan WADA. Termasuk soal anggaran karena dalam rapat yang juga melibatkan Kementerian Keuangan, mereka sepakat untuk membentuk LADI menjadi lembaga anti-doping independen terkait anggaran,” jelas Okto.

Okto yang menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) berharap dengan pertemuan lanjutan dengan WADA bisa mempercepat penangguhan sanksi. Pada 8 Oktober 2021, LADI mendapat sanksi satu tahun karena dinilai noncompliance (tidak patuh) terhadap WADA Code.

“Semula yang menjadi kendala Indonesia adalah komunikasi , administrasi, dan teknis. Setelah satu-satu kami urai dan selesaikan, kini sudah menemukan titik terang dan kami berharap sebelum satu tahun sanksi WADA bisa dicabut. Saya tahu ini tantangan, tetapi sebagaimana yang saya katakan kepada WADA. Kami ini tak memperbaiki mobil rusak, tetapi membangun LADI bagai mobil Formula 1 yang nantinya bisa modern, profesional, terpercaya, dan independen,” kata Okto. ***

wwwwww