Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Kriminal

Garap RUU BUMN, Anggota DPR Minta Erick Koordinasi dengan Sri Mulyani

Garap RUU BUMN, Anggota DPR Minta Erick Koordinasi dengan Sri Mulyani
Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Hendrik Lawerissa dalam rapat komisi bersama Kementerian BUMN di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021. (gambar: tangkapan layar)
Jum'at, 03 Desember 2021 14:15 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hendrik Lawerissa meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait Rancangan Undang-Undang BUMN. Hal tersebut disampaikan Hendrik dalam rapat resmi kemarin sebagaimana dikutip, Jumat (3/12/2021).

"Kalau bisa, koordinasi antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Keuangan itu dilakukan, Pak. Sehingga resistensi internal di dalam tubuh pemerintah tidak terjadi agar upaya yang kami lakukan saat ini tidak menjadi sia-sia," pinta Hendrik dalam rapat yang dipantau virtual oleh GoNEWS.co

"Kami tidak ingin upaya-upaya kami di dewan ini menjadi sia-sia hanya karena koordinasi di internal pemerintah tidak terjadi," sambung Hendrik.

Ia mengemukakan, UU BUMN yakni UU 19 tahun 2003 perlu direvisi karena tak lagi sepenuhnya menjawab perubahan yang terjadi di tengah masyarakat. Karenanya, Komisi VI tengah merancang perubahan UU tersebut untuk nantinya menjadi payung hukum yang lebih relevan dengan dinamika terkini bagi Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.

Sebenarnya, RUU BUMN sudah dua kali berproses di parlemen. Dan Hendrik berharap, RUU inisiatif DPR itu bisa disahkan kali ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww