Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Satya Wacana Memilih Tyree Robinson

Satya Wacana Memilih Tyree Robinson
Tyree Robinson. (Dok. iblindonesia)
Jum'at, 03 Desember 2021 20:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SALATIGA - Tak cukup mererut forward asing Joshu Davenport, Satya Wacana Saints Salatiga menambahkan dengan Tyree Robinsos untuk menghadapi Indonesia Basketball League (IBL) 2022. Sama halnya dengan Joshua, Tyree juga menempati posisi forward.

Robinson pernah bermain untuk tiga kampus yang berbeda di NCAA. Pertama Odessa Texas, kemudian Youngstown State, dan terakhir Texas A&M Commerce di Divisi II. Catatan statistiknya juga menarik. Bermain di Divisi I, Robinson mencetak 7,5 PPG fan 3,5 RPG. Sementara di Divisi II, dia mampu mendulang 13,9 PPG dan 5,6 RPG.

Tapi kalau kita kembali ke belakang lagi. Ternyata Robinson adalah pemain yang luar biasa ketika masih duduk di bangku sekolah menengah bersama Durfee High School. Dia mencetak rata-rata 25,7 PPG dan 13,5 RPG, serta menjadi pemain pertama yang meraih gelar Boston Herald Dream Team sejak Chris Herren di tahun 1994.

Forward setinggi 196 cm tersebut belum punya catatan di kompetisi profesional. Ini artinya, Satya Wacana bakal jadi tim pertamanya sebagai pemain profesional. Memilih Robinson tentunya jadi salah satu strategi jitu bagi Satya Wacana. Sebab mayoritas pemain mereka juga masih berusia muda. Sehingga Robinson akan lebih cepat beradaptasi dengan mereka. Namun entah sengaja atau tidak, Satya Wacana punya stok forward yang melimpah. Karena sebelum ada Davenport dan Robinson, mereka sudah punya banyak pemain bagus untuk mengisi posisi bigman. ***

wwwwww