Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
11 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Pusat Tak Hambat Putra Daerah untuk Maju di Pilpres 2024

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Pusat Tak Hambat Putra Daerah untuk Maju di Pilpres 2024
Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 04 Desember 2021 02:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, sudah saatnya rakyat memilih pemimpin yang memiliki kemampuan mengelola negara, baik di eksekutif maupun yudikatif. Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat jangan menghambat mereka untuk mengajukan pasangan calon presiden (capres) calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Ada banyak putra putri Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke di antara penduduk Indonesia yang hampir 300 juta ini, yang layak menjadi presdien. Karena itu, pemerintah pusat jangan lagi menyumbat aspirasi dari daerah. Biarkan daerah mengajukan pasangan capres-cawapresnya sendiri-sendiri," kata Fahri Hamzah lewat keterangan yang diterima, Jumat (4/12/2021).

Lanjut Fahri, sebagai sumber potensi kepemimpinan atau leadership dengan berbagai keberagaman, harus bisa digali supaya kesempatan tampil, bukan hanya orang yang ada di Jakarta atau di Pulau Jawa saja. Tapi seluruh, wilayah seperti Papua, Aceh, Sumatera secara umum Papua Barat, Sulawesi, Kalimantan, Sumbawa, Lombok, Bali, NTT, Ternate juga Tidore.

"Untuk itu, aturan presidential threshold 20 persen harus dihapuskan karena menghambat putra-putri daerah maju menjadi calon presiden. Mereka (putra putri) harusnya difasilitasi untuk tampil ke kancah nasional sebagai Presiden Republik Indonesia mendatang," tandasnya.

"Diskusi ini kita utamakan terlebih dahulu, daripada kita merekayasa proses pemilihan kepemimpinan secara tidak aspiratif dan hanya mengandalkan infrastruktur yang telah di modifikasi untuk membatasi tampilnya putra putri bangsa Indonesia dari sekarang di penjuru Tanah Air kita. Sekali lagi, aspirasi dari daerah jangan disumbat," tegas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.***

wwwwww