Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
5 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polisi Buka Peluang Periksa Orang Tua Bripda Randy soal Setujui Aborsi NW

Polisi Buka Peluang Periksa Orang Tua Bripda Randy soal Setujui Aborsi NW
Bripda Randy saat di dalam penjara. (Foto; istimewa)
Minggu, 05 Desember 2021 23:23 WIB

PASURUAN - Bripda Randy Bagus (21) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus aborsi yang dilakukannya bersama kekasihnya NW, mahasiswi yang bunuh diri di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur.

Belakangan beredar kabar, orang tua dari Bripda Randy diduga juga mengetahui dan mendorong praktik aborsi itu sebanyak 2 kali.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan juga akan memeriksa orang tua Bripda Randy. "Semua yang terkait dugaan tersebut akan dilakukan pemeriksaan," kata Gatot saat dihubungi, Minggu (5/12).

Saat disinggung terkait kabar yang beredar bahwa orang tua Bripda Randy merupakan pejabat, Gatot enggan berkomentar. Ia menegaskan, kasusnya masih terus dikembangkan. "Kami dalami terus," ujarnya.

Sebelumnya, ibu dari NW, Fauzan Safaroh berharap agar pihak kepolisian tidak melakukan autopsi pada anaknya. Menurutnya, bukti di lokasi berupa cairan racun sudah cukup.

"Di samping makam jenazah anak saya itu ada cairan yang ada mengandung racun itu ya dari pendalami pihak kepolisian, dan dari situ memang saya tidak bersedia anak saya diautopsi atau pun dilakukan tindakan lain,” kata Fauzan dalam video tersebut, Minggu (5/12).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Timur
wwwwww