Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Prediksi Pengamat, Pasangan Pilpres 2024: Prabowo-Puan VS Anies-AHY

Prediksi Pengamat, Pasangan Pilpres 2024: Prabowo-Puan VS Anies-AHY
Gubernur DKI, Anis Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
Minggu, 05 Desember 2021 22:47 WIB

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam memprediksi pasangan yang akan bertarung saat Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang. Ia menyebut akan ada dua poros kuat yang akan bersaing menduduki kursi RI-1.

Pasangan pertama yang diprediksi bakal bertarung, yakni Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berpasangan dengan Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani. Kemudian yang kedua adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Umam menjelaskan, kesimpulan ini lahir karena melihat akan ada dua poros besar saat Pilpres nanti, yakni pro-PDIP dan non-PDIP. "Kalau misalnya di (Pilpres) 2024 ya polanya kemungkinan besar yang muncul adalah satu kekuatan pro-PDIP, kedua adalah non-PDIP, pro-PDIP Ini bisa Pak Prabowo masuk di situ," ujar Umam dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/12/2021).

Untuk Prabowo dan Puan, Umam mengatakan pasangan ini berpotensi karena memang sudah memenuhi syarat untuk mengajukan calon sesuai dengan ambang batas presiden atau presidential thereshold. Namun, faktor utamanya Prabowo yang memiliki elektabilitas tinggi.

Meski dinilai punya banyak suara, Umam menilai Prabowo belum bisa menang. Karena itu, butuh mesin politik yang kuat, yakni PDIP.

"Trend off-nya apa? Elektabilitas Pak Prabowo tinggi, nggak kuat. Masih rendah. Tetapi punya mesin politik yang lebih besar. Maka trend off potensinya bisa dilakukan dengan membentuk koalisi," katanya.

Selanjutnya, untuk pasangan Anies-AHY, Umam menilai Anies menjadi sosok yang memiliki elektabilitas tinggi saat ini dan didukung banyak elemen Islam. Namun, Anies perlu dipasangkan dengan sosok yang bisa menjadi representasi non-PDIP seperti AHY.

"Kenapa AHY? Karena dia menjadi representasi kekuatan non-PDIP. Kecuali, nanti ada dinamika yang cukup intens dan kemudian komunikasi bisa berjalan, Demokrat bisa melebur dengan sel kekuatan PDIP, bisa jadi," tuturnya.

Karena itu, pekerjaan yang perlu dituntaskan oleh kubu pro-PDIP adalah dengan mengandeng elemen Islam yang besar seperti Nadhlatul Ulama (NU).

Namun, dua pasangan ini disebutnya masih gambaran kasar berdasarkan pemetaan politik di Indonesia. Umam tak menutup kemungkinan akan lahirnya tokoh baru.

"Most likely dua porosnya itu Prabowo-Puan dan Anies-AHY. Kenapa kalau misalnya kemudian Pak Mardani (Politisi PKS) dengan elemennya bisa memunculkan satu nama syukur. Tapi kalau ditempelkan dengan mas Anies itu berpotensi segmennya sama. Jadi kira-kira di 2024 begitu levelnya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww